SOROTMAKASSAR -- MAKASSAR, Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tidak sekadar menjadi agenda penyambutan peserta didik baru, tetapi merupakan fondasi awal dalam membangun karakter, kedisiplinan, serta budaya belajar yang akan menentukan kualitas generasi masa depan. Semangat itulah yang tercermin dalam pelaksanaan hari kedua MPLS Tahun Ajaran 2026/2027 di UPT SPF SMP Negeri 40 Makassar, Selasa (14/7/2026).
Suasana hangat dan penuh antusias menyelimuti lingkungan sekolah ketika ratusan peserta didik baru disambut oleh kepala sekolah, para guru, dan tenaga kependidikan. Sambutan yang penuh kekeluargaan tersebut menjadi cerminan komitmen SMP Negeri 40 Makassar dalam menghadirkan lingkungan pendidikan yang aman, inklusif, dan mampu menumbuhkan semangat belajar sejak hari pertama.
Kepala UPT SPF SMP Negeri 40 Makassar, Nurhadiawati, S.Pd., M.Pd., mengatakan bahwa seluruh rangkaian MPLS berjalan tertib dan lancar sesuai dengan perencanaan sekolah. Selama lima hari pelaksanaan, peserta didik diperkenalkan dengan budaya sekolah, tata tertib, etika pergaulan, serta berbagai nilai yang menjadi landasan pembentukan karakter dan kedisiplinan.
Menurutnya, pendidikan yang berkualitas tidak hanya diukur dari capaian akademik, tetapi juga dari keberhasilan sekolah dalam membentuk pribadi yang disiplin, bertanggung jawab, berintegritas, serta memiliki kepedulian terhadap lingkungan. Karena itu, MPLS menjadi momentum penting untuk menanamkan nilai-nilai tersebut sejak awal perjalanan pendidikan peserta didik.
"Kami ingin anak-anak mampu beradaptasi dengan cepat, mengenal lingkungan sekolah dengan baik, menghormati guru, bekerja sama dengan teman, serta membangun kebiasaan disiplin yang akan menjadi bekal mereka dalam meraih prestasi. Sekolah adalah tempat membentuk karakter sekaligus mengembangkan kemampuan akademik secara seimbang," ujar Nurhadiawati.
Ia menambahkan, penguatan karakter di SMP Negeri 40 Makassar tidak berhenti pada kegiatan di ruang kelas. Sekolah juga menghadirkan beragam kegiatan ekstrakurikuler, seperti OSIS, Paskibraka, Palang Merah Remaja (PMR), Pramuka, panjat tebing, seni, dan teater sebagai ruang pembelajaran kepemimpinan, tanggung jawab, kreativitas, serta kerja sama. Berbagai kegiatan tersebut dirancang untuk melahirkan peserta didik yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara emosional dan sosial.
Menurut Nurhadiawati, keseimbangan antara pembinaan akademik dan pengembangan karakter menjadi kunci dalam mencetak generasi yang unggul. Melalui budaya disiplin, semangat belajar, dan pembinaan bakat secara berkelanjutan, sekolah optimistis mampu melahirkan lulusan yang siap bersaing, berprestasi, serta memiliki integritas tinggi dalam menghadapi tantangan zaman.
Komitmen tersebut telah dibuktikan melalui berbagai prestasi yang diraih siswa SMP Negeri 40 Makassar di tingkat kota hingga nasional. Berbagai pencapaian itu menjadi bukti bahwa pendidikan karakter, kedisiplinan, dan pembinaan akademik yang berjalan beriringan mampu melahirkan generasi yang berdaya saing sekaligus berakhlak mulia.
Pelaksanaan MPLS di SMP Negeri 40 Makassar pun menjadi gambaran bahwa pendidikan sejatinya bukan hanya proses transfer ilmu pengetahuan, melainkan ikhtiar bersama membangun manusia Indonesia yang berkarakter, berprestasi, berwawasan kebangsaan, serta siap menjadi pemimpin masa depan yang membawa perubahan positif bagi masyarakat, daerah, dan bangsa. (*Rz)


