Berlangsung Meriah di Lutra, Acara Tudang Ade' dan Festival Kuliner Berbahan Dasar Sagu


SOROTMAKASSAR -- Luwu Utara.

Pelaksanaan acara Tudang Ade' (duduk adat) dan Festival Kuliner Berbahan Dasar Sagu yang digelar di Kabupaten Luwu Utara sebagai rangkaian kegiatan Festival Keraton Nusantara (FKN) ke-13 di Kedatuan Luwu, berlangsung meriah dan melahirkan pujian dari tamu-tamu agung ini memang layak diapresiasi.

Pasalnya, para Raja dan Sultan se-Nusantara dan mancanegara hadir membawa senyum, dan pulang juga membawa senyum. Sekali lagi, sebuah kesuksesan yang patut diapresiasi.

Bupati Luwu Utara mengawali sambutannya dengan mengutip salah satu kalimat pembuka dari Chapter I La Galigo, sebuah sureg atau babak terpanjang di dunia yang telah mendapatkan pengakuan dari Unesco sebagai warisan dunia.

“Narekko Nalupuko Mittamako Ritenganna Baebunta, artinya kalau kamu lapar, maka masuklah di wilayah Kemakolean Baebunta. Kemakolean Baebunta adalah wilayah yang masuk ke dalam kekuasaan Kedatuan Luwu,” ujar Indah Putri Indriani.

Kemudian Bupati Luwu Utara ini melanjutkan bahwa, secara administrasi, Kemakolean Baebunta berada di wilayah Kabupaten Luwu Utara. “Inilah yang kemudian mengilhami pelaksanaan Tudang Ade’ dan Festival Kuliner Berbahan Dasar Sagu sebagai rangkaian kegiatan Festival Keraton Nusantara ke-13 di Kedatuan Luwu,” terang Indah.

Masih tentang kalimat tersebut, Indah menjelaskan bahwa Tana Luwu kaya akan sumber daya alam. “Tana Luwu adalah tanah yang diturunkan dan dihamparkan, tanah yang diberkati Allah SWT. Tanah yang di dalamnya harus dipastikan tidak ada orang yang menangis karena kelaparan. Arti bebasnya adalah kalau lapar tidak usah ke mana-mana, datang saja di Tana Luwu,” ujar Bupati.

Sementara itu Kepala Dinas (Kadis) Pariwisata Kebudayaan, Yasir Taba terilhat tak mampu menahan rasa bahagianya. “Terima kasih kepada panitia yang telah berjuang meluangkan waktu dan pikiran untuk menyukseskan acara ini. Juga kepada peserta, aparat keamanan yang bekerja maksimal menciptakan kenyamanan, terkhusus kepada Bupati yang terus memberikan motivasi kepada kami,” ucap Yasir Taba.

Yasir Taba memberikan daftar nama-nama Raja dan Sultan yang datang ke Bumi Lamaranginang julukan Kabupaten Lutra dan melanjutkan perjalanan ke Kabupaten Luwu Timur yang berjuluk Bumi Batara Guru.

Ini daftarnya, Kerajaan Puri Singaraja 2 orang, Kesultanan Deli 2 orang, Kerajaan Mempawah Amantubillah 8 orang, Kesultanan Riau Lingga 2 orang, Kerajaan Palu 16 orang berangkat dan langsung pulang ke Palu.

Kerajaan Puri Agung Klungkung 2 orang, Kerajaan Gontar 1 orang, Kerajaan Mekongga 3 orang, Kerajaan Siau 1 orang, Kesultanan Bulungan 2 orang, Kesultanan Serdang 1 orang, Kerajaan Puri Gde Jelantik 2 orang, Kerajaan Kinali Pasaman Barat 2 orang.

Sementara Sambas bersama Bupatinya, Pelalawan Riau, Kedatuan Keagungan Lampung, Kedatuan Soppeng, Budayawan dari Malaysia, Perwakilan Pemkab Toraja Utara, Kesultanan Pelalawan Riau dan Kerajaan Poleang Moronene. (yustus)
 

Politik

Pendidikan

Opini

Berita Makassar

Kuliner Nusantara

Newsletter

WWW.SOROTMAKASSAR.COM

Taman Telkomas, Jln Satelit IV No. 64 Makassar, Sulawesi Selatan.
Telp/HP : 0411-580918, 0811448368, 082280008368.

Jln Sultan Hasanuddin No. 32 (Kembang Djawa) Makassar, 
Sulawesi Selatan. Telp/Hp : 0811446911. 

Copyright © 2018 SOROTMAKASSAR.COM. All Rights Reserved.

REDAKSIDISCLAIMER | IKLAN