SOROTMAKASSAR--Luwu Utara.
Guna meningkatkan kapasitas tenaga aparatur negara bidang jasa konstruksi, Bidang Bina Jasa Konstruksi Saluran Irigasi Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Lywu Utara menggelar Training Of Trainer (TOT) Instruktur Jasa konstruksi, yang berakhir hari ini, Rabu (01/05/2019).
Kegiatan yang dilaksanakan selama 3 hari, 29 April s/d 01 Mei 2019, di Hotel Bukit Indah Masamba tersebut di ikuti 60 orang peserta dengan pemberian materi kelas dan dilanjutkan kunjungan lapangan dilokasi pekerjaan pembangunan jaringan irigasi di Baliase.Selain TOT Bidang Jasa Konstruksi, juga dilakukan pelatihan tenaga ahli konstruksi bangunan gedung serta pelatihan menagemen kontruksi.
Kepala Bidang Jasa Konstruksi yang juga selaku Ketua panitia, Ovan Patuang Putra menyampaikan, kegiatan pelatihan ini untuk meningkatkan kapasitas bidang jasa kontruksi Kabupaten Luwu Utara guna menghasilkan tenaga kerja kontruksi yang mempunyai kompetensi dan kualifikasi sesuai Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) yang telah ditetapkan, dan setelah pelatihan ini akan diberikan sertifikat dari lembaga kepada semua peserta TOT.
Guna meningkatkan kapasitas tenaga aparatur negara bidang jasa konstruksi, Bidang Bina Jasa Konstruksi Saluran Irigasi Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Lywu Utara menggelar Training Of Trainer (TOT) Instruktur Jasa konstruksi, yang berakhir hari ini, Rabu (01/05/2019).
Kegiatan yang dilaksanakan selama 3 hari, 29 April s/d 01 Mei 2019, di Hotel Bukit Indah Masamba tersebut di ikuti 60 orang peserta dengan pemberian materi kelas dan dilanjutkan kunjungan lapangan dilokasi pekerjaan pembangunan jaringan irigasi di Baliase.Selain TOT Bidang Jasa Konstruksi, juga dilakukan pelatihan tenaga ahli konstruksi bangunan gedung serta pelatihan menagemen kontruksi.

Kepala Bidang Jasa Konstruksi yang juga selaku Ketua panitia, Ovan Patuang Putra menyampaikan, kegiatan pelatihan ini untuk meningkatkan kapasitas bidang jasa kontruksi Kabupaten Luwu Utara guna menghasilkan tenaga kerja kontruksi yang mempunyai kompetensi dan kualifikasi sesuai Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) yang telah ditetapkan, dan setelah pelatihan ini akan diberikan sertifikat dari lembaga kepada semua peserta TOT.
Lanjutnya, untuk mendapatkan sertifikat jasa konstruksi, tentu mempunyai beberapa kriteria yang harus diikuti seperti, mampu menyusun program pelatihan, serta mampu mendesain media untuk bahan pembelajaran.
“Kegiatan ini ada tiga jenis, yaitu Traning Of Trainer jasa konstruksi bangunan serta pelatihan managemen yang nanti akan di berikan sertifikat pelatihan jasa konstruksi,” ujarnya.
Lanjutnya, selain itu untuk mendapat sertifikat harus memiliki kompetensi yang mampu menyusun program pelatihan, mendesain media pembelajaran yang di atur dalam UU Nomor 2 tahun 2017 tentang jasa konstruksi.
Sementara Asisten Ekonomi dan Pembangunan, H. Syamsul Syair selaku Ketua Tim Pembina Jasa Konstruksi Daerah mengatakan, peningkatan tenaga kerja kontruksi yang bersertifikat merupakan salah satu tantangan pembinaan jasa konstruksi kedepan.
"Pemerintah Daerah berharap TOT(pelatihan) dan Sertifikasi ini dapat meningkatkan kompetensi dan daya saing SDM bidang konstruksi yang pada akhirnya dapat mendongkrak produktifitas dan kinerja pembangunan infrastruktur di Luwu Utara," harap Syamsul Syair.
Hadir dalam kegiatan tersebut Ditjen Bina Konstruksi Kementerian PUPR Hasan Basri, Kadis PUPR Luwu Utara Suaib Mansyur, instruktur dan narasumber pelatihan dari Balai Jasa Konstruksi Wilayah IV Makassar, Unanda Palopo, Politeknik Negeri Makassar dan para pimpinan SKPD lingkup Pemda Lutra. (yustus)








