SOROTMAKASSAR -- GOWA, Persiapan gelaran Haul Akbar Syekh Yusuf Al-Makassari ke-3 kini telah memasuki babak akhir. Mengusung tagline “Menjaga Tauhid, Merawat Persatuan, Menerangi Peradaban” serta tema “Meneladani Tuanta Salamaka dalam Menguatkan Iman, Ilmu, Akhlak, Persaudaraan, dan Keutuhan Bangsa,” hajatan spritual dan kebudayaan ini dipastikan siap digelar pada Sabtu, 25 Juli 2026, dipusatkan di halaman Masjid Syekh Yusuf, Katangka, Kabupaten Gowa.
Dedikasi Panitia: Progres Capai 90 Persen Lebih
Keberhasilan pengerjaan persiapan tak lepas dari kerja keras panitia pelaksana yang dikomandani oleh Takupadang Parawansa (yang akrab disapa Keke) bersama timnya dari IKB PPSP IKIP Ujung Pandang. Berbekal semangat gotong royong dan bahu-membahu, rangkaian persiapan teknis terus dimaksimalkan.
Rapat demi rapat evaluasi digelar tanpa mengenal waktu, baik siang maupun malam, berpusat di kediaman Ketua Panitia di Jalan Katangka. Fokus utamanya adalah menyisir setiap detail kebutuhan yang belum tuntas. Hingga saat ini, progres persiapan dilaporkan telah melampaui 90 persen.
Syiar kegiatan ini pun sudah sangat terasa di sudut-sudut kota. Videotron dan baliho berukuran besar yang menampilkan gambar Syekh Yusuf Al-Makassari bersama tokoh pelaksana, Prof. Harris Arthur Hedar dan Dr. Leonard Eben Ezer Simanjuntak, telah menghiasi berbagai jalur dan jalan protokol strategis.
"Undangan nyaris terbagi habis. Sektor konsumsi pun sudah dipesan rapi dan siap didistribusikan langsung saat para tamu undangan tiba di lokasi pada hari 'H'," ujar panitia di sela-sela persiapan.
Sambut 1.500 Jamaah dan Undangan
Haul Akbar tahun ini diperkirakan akan dihadiri oleh kurang lebih 1.500 orang tamu undangan dan jamaah. Untuk mengantisipasi antusiasme masyarakat, panitia telah menyiapkan area acara secara matang. Para tamu nantinya akan menempati area dalam Masjid Syekh Yusuf, pelataran makam, serta tenda-tenda megah yang disiagakan di area depan masjid.
Mengenal Syekh Yusuf Al-Makassari: Tuanta Salamaka yang Mendunia
Penyelenggaraan Haul ini bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan momen perenungan atas rekam jejak perjuangan seorang maha guru spiritual dan pahlawan nasional.
Syekh Yusuf Abul Mahasin Tajul Khalwati Al-Makassari Al-Bantani, atau yang lebih dicintai masyarakat Sulawesi Selatan dengan julukan Tuanta Salamaka ("Guru Penyelamat Kita"), lahir di Gowa pada tahun 1626. Beliau adalah sosok ulama sufi, pejuang anti-kolonialisme, sekaligus diplomat peradaban yang jejak hidupnya melintasi batas samudera.
Pusat Guratan Sejarah & Perjuangan: Selain menyebarkan Islam di Nusantara hingga Kesultanan Banten, gigihnya perlawanan beliau terhadap kompeni Belanda membuatnya diasingkan ke Ceylon (Sri Lanka) hingga akhirnya ke Cape Town, Afrika Selatan.
Pahlawan Dua Benua: Di tanah pengasingan Afrika Selatan, Syekh Yusuf justru membangun komunitas Muslim pertama dan menanamkan benih nilai kemanusiaan serta kesetaraan. Atas jasanya yang luar biasa melawan ketidakadilan, beliau dianugerahi gelar Pahlawan Nasional oleh Pemerintah Indonesia dan penghargaan tinggi Order of the Companions of OR Tambo oleh Pemerintah Afrika Selatan. Nelson Mandela bahkan menyebut Syekh Yusuf sebagai salah satu inspirator utama dalam perjuangan melawan apartheid.
Melalui Haul Akbar ke-3 ini, keteladanan Syekh Yusuf dalam memadukan kedalaman iman, ilmu, dan akhlak diharapkan dapat terus menjadi suluh penerang bagi generasi muda dalam menjaga persaudaraan dan keutuhan NKRI. ( Ardhy M Basir )


