SOROTMAKASSAR -- BULUKUMBA, Ketua Tim Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Politeknik Negeri Ujung Pandang (PNUP), Prof. Dr. Ir. Firman, M.T., bersama timnya menerapkan teknologi pengering jagung tipe rotary dryer yang digerakkan motor listrik dengan sumber energi dari Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Desa Paccaramengang, Kecamatan Ujung Loe, Kabupaten Bulukumba, Rabu (19/08/2026).
Prof. Firman menuturkan, penerapan teknologi tepat guna tersebut menjadi solusi atas persoalan yang selama ini dihadapi mitra, terutama proses pengeringan jagung yang lambat dan kadar air yang sulit dikontrol karena masih mengandalkan pengeringan alami dengan sinar matahari.
Kegiatan ini merupakan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) yang bersumber dari dana BLU Politeknik Negeri Ujung Pandang tahun anggaran 2026.
Ia melanjutkan, Desa Paccaramengang merupakan salah satu dari 13 desa dan satu kelurahan yang berada di Kecamatan Ujung Loe, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan.
Dalam pelaksanaan PKM tersebut, jelas Prof. Firman, tim menemukan sejumlah persoalan utama yang perlu diselesaikan. Selain proses pengeringan yang masih bergantung pada cuaca, penggunaan mesin pertanian dengan motor penggerak diesel juga menghadapi persoalan ketersediaan bahan bakar minyak yang langka dan mahal.
Persoalan lainnya, kata dia, lokasi perkebunan jagung tidak terjangkau jaringan listrik PLN. Kondisi itu menjadi kendala ketika mesin pertanian menggunakan motor listrik sebagai penggerak.
Tim PKM kemudian memberikan solusi melalui penerapan mesin pengering jagung tipe rotary dryer. Untuk mengatasi persoalan bahan bakar minyak, mesin tersebut menggunakan motor listrik sebagai penggerak.
Sementara kebutuhan energi listrik, jelas Prof. Firman lagi, dipenuhi melalui pemasangan instalasi PLTS dengan kapasitas yang disesuaikan dengan kebutuhan beban mesin.
Dari kegiatan tersebut, tim PKM telah menghasilkan mesin pengering jagung tipe rotary dryer yang digerakkan motor listrik 500 watt dengan sumber energi listrik dari sistem PLTS.
Sistem PLTS tersebut terdiri atas satu buah panel PV berkapasitas 550 Wp, inverter 1.000 watt, SCC 1.000 watt, serta dua buah baterai masing-masing berkapasitas 100 Ah.
"Adapun beban yang digunakan terdiri atas electric heater 500 watt, blower 200 watt, dan motor penggerak 250 watt," ucapnya.
Penerapan teknologi tepat guna ini diharapkan menjadi solusi terhadap persoalan pengeringan jagung sekaligus mengatasi ketergantungan terhadap bahan bakar minyak yang selama ini digunakan untuk mengoperasikan mesin pengering jagung, tandas Ketua Tim Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Politeknik Negeri Ujung Pandang (PNUP), Prof. Dr. Ir. Firman, M.T.
Tim pelaksana PKM terdiri atas Prof. Dr. Ir. Firman, M.T. selaku ketua, bersama Muhammad Yusuf Yunus, ST., M.T., Sonong, ST., M.T., dan Nur Rahmah Anwar, ST., M.T. sebagai anggota. Kegiatan ini turut melibatkan mahasiswa Iank Mulk Arafah, Irham Saifullah, Noerain Dwi Putra Widodo, dan Irgi Ahmad Fahrezi. (Hdr)


