SOROTMAKASSAR - MAKASSAR.
PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 4 Makassar bersama Yayasan Butta Porea Indonesia menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) tentang pengelolaan sampah di kawasan Pelabuhan Makassar. Kerja sama tersebut menjadi bagian dari komitmen bersama untuk mewujudkan lingkungan pelabuhan yang bersih, sehat, tertib, dan berkelanjutan.
Penandatanganan MoU dilakukan sebagai langkah strategis dalam memperkuat sinergi pengelolaan sampah, mulai dari pemilahan, pengumpulan, pengangkutan hingga pengelolaan sampah secara efektif dan bertanggung jawab.
Kerja sama ini dilatarbelakangi persoalan persampahan di Kota Makassar yang mencakup sampah organik, nonorganik, hingga residu. Melalui kolaborasi tersebut, kedua pihak mendorong pengelolaan sampah berbasis lingkungan, pemberdayaan masyarakat, serta penerapan prinsip ekonomi sirkular.
Dalam pelaksanaan program, Yayasan Butta Porea Indonesia menggandeng PT BumiRaya Indonesia Global sebagai mitra strategis yang mendukung aspek teknis dan operasional pengelolaan sampah sesuai dengan ruang lingkup kerja sama yang telah disepakati.
Penandatanganan MoU dihadiri General Manager Umum PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 4 Makassar Iwan Sjarifuddin, SE, MM, Direktur PT BumiRaya Indonesia Global sekaligus Ketua Pembina Yayasan Muhammad Alvin R, serta Andi Fadly Mattotorang yang dikenal sebagai vokalis Padi Reborn. Turut hadir Pembina Yayasan Aslam Katutu, Ketua Yayasan Butta Porea Indonesia Andi Pangerang, jajaran Yayasan Butta Porea Indonesia, dan tim Pelindo Regional 4 Makassar.
Inisiatif tersebut sekaligus menjadi bagian dari dukungan terhadap program Pemerintah Kota Makassar dalam menciptakan kota yang lebih bersih, sehat, hijau, dan berkelanjutan. Kawasan pelabuhan dinilai menjadi salah satu kawasan strategis yang memerlukan perhatian dalam pengelolaan lingkungan karena tingginya aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat.
General Manager Pelindo Regional 4 Makassar Iwan Sjarifuddin mengatakan, pengelolaan sampah merupakan bagian penting dalam membangun ekosistem pelabuhan yang tidak hanya produktif dan aman, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.
“Pengelolaan sampah tidak hanya menjadi tanggung jawab satu pihak, tetapi membutuhkan kolaborasi seluruh stakeholder. Melalui kerja sama dengan Yayasan Butta Porea, kami berharap pengelolaan sampah di kawasan Pelabuhan Makassar dapat dilakukan secara lebih terintegrasi, sehingga memberikan manfaat bagi lingkungan maupun masyarakat,” ujar Iwan Sjarifuddin.
Menurut Iwan Sjarifuddin, keberhasilan pengelolaan sampah sangat ditentukan oleh konsistensi dan partisipasi seluruh pihak yang beraktivitas di lingkungan pelabuhan. Karena itu, kolaborasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran bersama untuk mengurangi timbulan sampah sekaligus meningkatkan nilai guna sampah melalui pemilahan dan pengelolaan yang tepat.
“Pelabuhan merupakan salah satu pusat aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat. Karena itu, menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan pelabuhan merupakan bagian dari tanggung jawab kita bersama. Kami ingin membangun budaya peduli lingkungan yang dapat diterapkan secara berkelanjutan,” tambahnya.
Melalui kerja sama tersebut, Pelindo Regional 4 Makassar dan Yayasan Butta Porea Indonesia berharap pengelolaan sampah di kawasan Pelabuhan Makassar dapat berjalan secara terintegrasi dan berkelanjutan. Kolaborasi ini juga diharapkan menjadi bagian dari upaya bersama dalam menciptakan kawasan pelabuhan yang lebih bersih sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan. (*)


