Indah Hadiri Deklarasi Genpi dan Launching Pasar Digital di Lokasi Permandian Pincara

SOROTMAKASSAR -- Luwu Utara.

Setiap desa memiliki potensi masing-masing untuk dapat digali dan menjadi sumber pendapatan desa serta mensejahterakan masyarakat desa. Potensi yang dimiliki setiap desa perlu digali dan memiliki manajemen promosi yang baik, agar segala potensi yang dimiliki mampu dikenal masyarakat luas dan menarik para pelancong datang menikmati potensi itu.

Hal ini diungkapkan Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani dalam sambutannya ketika menghadiri deklarasi Generasi Pesona Indonesia (Genpi) yang diselenggarakan Dinas Parawisata Luwu Utara, dan dirangkaikan Launching Pasar Digital yang diberi nama Pasar Sirenden, Minggu (21/04/2019) di lokasi Permandian Air Panas Pincara, Kecamatan Masamba, Kabupaten Luwu Utara, Sulsel.

Menurut Indah, melalui kegiatan ini bisa mengangkat kembali kearifal lokal seperti musik tradisional, makanan tradisional, tarian tradisional dan alat musik tradisional yang hampir punah. Apalagi saat ini, potensi wisata menjadi salah satu potensi yang cukup banyak dimiliki desa. Masyarakat umumnya mencari tempat wisata baru yang di desa-desa. Tidak bisa dipungkiri, kini potensi pariwisata banyak dikembangkan masyarakat di Indonesia.

Kekayaan alam dan budaya lokal serta tradisi lokal menjadi modal dari perkembangan pariwisata tersebut. Tidak hanya potensi pariwisata yang dapat dikembangkan tetapi hasil bumi juga saat ini tidak kalah penting untuk dipromosikan. Dengan begitu, setiap kekayaan alam dan potensi yang
dimiliki desa mampu dimanfaatkan dengan baik. Hal itu akan membantu peningkatan ekonomi kerakyatan melalui pengembangan potensi yang dimiliki desa.

Indah berharap potensi desa dikelola dengan baik sehingga apa yang diinginkan desa dapat pula terwujud dengan baik. Beberapa tempat wisata baru juga saat ini banyak bermunculan. Namun perlu ditekankan, bukan sekadar memunculkan tempat wisata baru saja tetapi pengelolaan yang baik perlu diperhatikan agar wisata yang ditawarkan mampu bertahan. Termasuk produk asli daerah seperti kain lokal yang ditenun masyarakat desa harus memiliki motif yang bervariatif tanpa meninggalkan kesan lokalnya.

Kemudian hasil bumi seperti hasil pertanian sebaiknya dikelola lebih baik dengan mengolah produk dari petani atau nelayan desa. Misalnya, kentang yang telah dipanen oleh petani desa sebaiknya dikelola menjadi kerupuk dengan packaging yang menarik. Begitupula dengan hasil laut yang juga dapat dikelola menjadi kerupuk yang tentunya dikemas dengan sedemikian rupa agar lebih menarik. Semua tergantung potensi apa yang dimiliki oleh setiap desa itu.

Indah Putri Indriani mengemukakan lagi, Kepala Desa juga sebaiknya memikirkan hal tersebut, agar desa lebih kreatif dan inovatif. Kepala desa juga sebaiknya mendorong dan membantu
masyarakatnya untuk berkreasi dan berinovasi sehingga apa yang dilakukan akan berdampak pada peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Terlebih lagi sebagai pelopor, hal tersebut juga akan berdampak pada Pendapatan Asli Desa (PADes).

Terlebih lagi dengan keberadaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), desa semakin dimudahkan untuk mengelola potensi yang dimilikinya. Dimana BUMDes dibentuk sebagai wadah kegiatan ekonomi desa dengan mengembangkan potensi desa, meningkatkan perekonomian, dan mengoptimalkan asset desa dengan prinsip pengelolaan secara kooperatif, partisipatif, emansipatif, transparan dan akuntabel. 

"Dalam Pasal 1 angka 6 UU Desa, BUMDes adalah badan usaha yang seluruh atau sebagian besar modalnya dimiliki oleh desa melalui penyertaan secara langsung yang berasal dari kekayaan desa yang dipisahkan guna mengelola asset, jasa pelayanan, dan usaha lainnya untuk kesejahteraan masyarakat desa," tutur Indah seraya mengajak untuk mempromosikan kesemua potensi itu melalui media sosial, instagram, dan FB.

Dalam kegiatan tersebut turut hadir Ketua TP PKK Luwu Utara Enny Thahar, Staf Ahli Bupati (bidang hukum politik dan pemerintahan) Hakim Bukara, Kepala Dinas Parawisata Jumail Mappile, para pimpinan SKPD, Camat Masamba Ari Setiawan dan Kepala Desa serta warga desa Pincara. (yustus)

Politik

Pendidikan

Opini

Berita Makassar

Kuliner Nusantara

Newsletter

WWW.SOROTMAKASSAR.COM

Taman Telkomas, Jln Satelit IV No. 64 Makassar, Sulawesi Selatan.
Telp/HP : 0411-580918, 0811448368, 082280008368.

Jln Sultan Hasanuddin No. 32 (Kembang Djawa) Makassar, 
Sulawesi Selatan. Telp/Hp : 0811446911. 

Copyright © 2018 SOROTMAKASSAR.COM. All Rights Reserved.

REDAKSIDISCLAIMER | IKLAN