SOROTMAKASSAR -- Luwu Utara.
Kapolres Luwu Utara, AKBP Boyke FS Samola, berpesan agar para pasangan Capres, dan Anggota Legistatif terpilih tidak larut dalam hura-hura dan euforia. Pemenang harus menjaga perasaan yang kalah.
Boy demikian sapaan akrab Kapolres Luwu Utara tersebut, menilai bahwa euforia yang dilakukan oleh paslon dan pendukungnya, dapat berpotensi melukai perasaan paslon yang tidak terpilih.
"Siapapun yang menang, jangan hura-hura, euforia kemenangan. Diam, adem saja, jangan diperlihatkan. Kenapa, untuk menjaga perasaan pihak yang kalah. Jadi yang satu legowo, yang satu tidak euforia," ucap Kapolres Luwu Utara kepada media ini, Sabtu (20/04/2019).
Termasuk dalam hal syukuran, nanti habis dilantik baru syukuran. Ia meminta agar syukuran dimaknai sebagai syukuran kemenangan rakyat Indonesia mendapatkan pemimpin pilihan rakyat dan wakil rakyat di DPR baik pusat, provinsi dan daerah. Bukan dimaknai sebagai syukuran kemenangan salah satu paslon.
"Kita sudah berkali-kali melaksanakan pemilu-pemilu seperti ini. Jadi tidak akan kaget lagi. Jadi kalau kita syukuran bukan syukuran calon, tapi syukuran untuk Indonesia, dan daerah," jelasnya.
Sementara kepada masyarakat, Boy berharap agar warga lebih dewasa dalam berdemokrasi. Siapapun nanti pasangan paslon dan legislatif yang terpilih dan telah ditetapkan oleh pihak penyelenggara Pemilu, agar masyarakat dapat menerimanya dan legowo, memang pertarungan, pertandingan itu, ada yang kalah dan menang.
"Sama kalau demokrasi rapat, masing-masing bisa menyampaikan pendapat, silakan. Tapi nanti kalau sudah didok (diputuskan), semua harus sudah ikut. Kalau masih ada yang protes, dia kurang belajar demokrasi. Mudah-mudahan masyarakat kita sudah matang dalam berdemokrasi," harap Kapolres Luwu Utara.(yustus)








