SOROTMAKASSAR -- Toraja Utara.
Warga Dusun Tallang Lembang, Sapan Kua-Kua, Kecamatan Buntao, Kabupaten Toraja Utara (Torut), Sulsel, dihebohkan dengan ditemukan Markus Kandalle' (35) oleh ibu kandungnya Marta Bokko' dalam keadaan tewas gantung diri.
Mayat Markus Kandalle' ditemukan ibu kandungnya sekitar pukul 16.30 Wita, yang mana ibunya pulang dari sawah dan anaknya sudah tewas dalam posisi menggantung dengan sarung terlilit dilehernya dalam kamar, Selasa (09/04/2019) sore.
Korban yang nekat gantung diri itu, sudah dua kali melakukan pencobaan bunuh diri, namun selalu digagalkan keluarga, ujar orang tua korban dihadapan Kapolsek Sanggalangi, Iptu Ketut Aliasa.
"Motif korban yang mengakhiri hidupnya dengan cara pintas tersebut, karena menderita gangguan jiwa dan takut bila bertemu dengan orang banyak," tutur ibu korban pada Kapolsek Sanggalangi'.
"Atas kejadian tersebut itu murni bunuh diri, karena setiba kami di TKP, korban sudah diturunkan oleh keluarga," tutur Kapolsek Sanggalangi' Iptu Ketut Aliasa kepada media ini, Rabu (10/04/2019), seraya menambahkan keluarga korban menerima dengan ikhlas dan menolak untuk di otopsi. (yustus)
Warga Dusun Tallang Lembang, Sapan Kua-Kua, Kecamatan Buntao, Kabupaten Toraja Utara (Torut), Sulsel, dihebohkan dengan ditemukan Markus Kandalle' (35) oleh ibu kandungnya Marta Bokko' dalam keadaan tewas gantung diri.
Mayat Markus Kandalle' ditemukan ibu kandungnya sekitar pukul 16.30 Wita, yang mana ibunya pulang dari sawah dan anaknya sudah tewas dalam posisi menggantung dengan sarung terlilit dilehernya dalam kamar, Selasa (09/04/2019) sore.
Korban yang nekat gantung diri itu, sudah dua kali melakukan pencobaan bunuh diri, namun selalu digagalkan keluarga, ujar orang tua korban dihadapan Kapolsek Sanggalangi, Iptu Ketut Aliasa.
"Motif korban yang mengakhiri hidupnya dengan cara pintas tersebut, karena menderita gangguan jiwa dan takut bila bertemu dengan orang banyak," tutur ibu korban pada Kapolsek Sanggalangi'.
"Atas kejadian tersebut itu murni bunuh diri, karena setiba kami di TKP, korban sudah diturunkan oleh keluarga," tutur Kapolsek Sanggalangi' Iptu Ketut Aliasa kepada media ini, Rabu (10/04/2019), seraya menambahkan keluarga korban menerima dengan ikhlas dan menolak untuk di otopsi. (yustus)








