SOROTMAKASSAR - Takalar.
Tugas dan tanggung jawab seorang kepala desa tidak ringan. Sebagai ujung tombak pemerintahan di garda terdepan, ada amanah besar dari masyarakat yang harus dipikul.
Kepala Desa Popo, Bostan Tata, S.Sos kepada wartawan Sorotmakassar, baru-baru ini, mengatakan, seorang kepala desa harus dapat memahami kesulitan yang dihadapi masyarakatnya.
Desa Popo berada di wilayah Kecamatan Galesong Selatan, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan (Sulsel).
"Jadi tidak gampang jadi kepala desa, wawasan harus luas agar dapat memahami permasalahan warganya," katanya ketika ditemui di kantornya.
Dia mengimbau masyarakat untuk memilih pemimpin yang bisa memikirkan dan menyelesaikan masalah di tengah masyarakat.
Ia mengaku selama jadi kepala desa tidak pernah marah dan selalu berusaha melayani masyarakat dengan baik.
Menurut Bostan, jam kerjanya sebagai kepala desa 24 jam. Kapanpun selalu berusaha melayani masyarakat.
Pelayanan kepada warga tidak dipungut bayaran, gratis, kecuali untuk buat akte tanah karena itu resikonya tinggi.
Sejak pensiun dari guru pada tahun 2014, ia mengabdikan diri sebagai kepala desa.
Pengabdiannya selama 12 tahun menjadi bukti bahwa pensiunan guru ini sangat diterima oleh masyarakat.
Diceritakan, selama jadi kepala desa, tidak ada tunggakan pajak di wilayahnya. "Kalau ada yang kurang saya tanggulangi secara pribadi," ucapnya.
Bostan sudah tiga kali ikut pemilihan kepala desa dan selalu menang sebagai bukti bahwa dia sosok pemimpin yang dibutuhkan masyarakat.
Bahkan, vaksinasi Covid-19 di wilayahnya sudah terealisasi hampir 100 persen.
Menurutnya, kalau masyarakat diberi informasi yang jelas, mereka akan mengerti pentingnya vaksin sebagai upaya menambah kekebalan tubuh.
Warga Desa Popo, lanjut Bostan, secara suka rela berbondong-bondong ke kantor desa untuk divaksin.
Kemudian setiap ada kegiatan penting di desanya, selalu berusaha mengundang Bupati Takalar, untuk menyaksikan langsung kegiatan pembangunan di desanya. (dar-tiar)








