SOROTMAKASSAR -- Luwu Utara.
Kepala Desa (Kades) Terpedo Jaya bersama bidan Pustu mengunjungi tiga (3) rumah karantina yang berbeda lokasi, Senin (11/5/2020).
Tiga rumah karantina para pemudik di luar Desa Terpedo Jaya, Kecamatan Sabbang Selatan (Sabsel), Luwu Utara (Lutra), Sulawesi Selatan (Sulsel) yang baru dihuni seorang pemudik dari Luwu Timur di Dusun Rambakulu.
Kepala Desa Terpedo Jaya, Aris Mursalim meminta masyarakat untuk bersama-sama bersikap positif dan membuka hati mengenai kondisi saat ini.
Aris Mursalim pada wartawan media ini menjelaskan, warga dari Luwu Timur bernama Midun yang dikarantina sudah diberikan fasilitas seperti tenaga kesehatan serta kebutuhan makan dan minum.

“Untuk kondisi warga Luwu Timur yang dikarantina, makanan disiapkan, ada perawat dan bidan, kalau ada kekurangan sebaiknya dilaporkan,” papar Acha, panggilan akrab Kades Terpedo Jaya yang sudah tiga periode ini.
Hal tersebut merupakan upaya pemerintah desa bersama relawan covid-19 Desa Terpedo Jaya dalam penanganan Covid-19.
Kades Aris Mursalim meminta dukungan penuh warga, sehingga penanganan lebih maksimal selama 14 hari. Midun ini baru 5 hari menjalani karantina.
“Apalagi ditengah bulan Suci Ramadan, kesabaran dan kebaikan yang dilakukan baik oleh ODP(pemudik) maupun Relawan Gugus Tugas Desa, semoga menjadi amal ibadah,” terang Aris Mursalim.

Secara terpisah, anggota DPRD Lutra Paulus Palino yang juga masyarakat Terpedo Jaya, mengimbau agar semua pihak, terutama keluarga agar terus mendukung dan memotivasi anggota keluarganya yang dikarantina.
“Midun itu sehat, tetapi untuk kepentingan keluarga dekat, tetangga, dan masyarakat luas, mereka harus bersedia dikarantina. Mereka rela demi kepentingan orang banyak jangan sampai mereka dikucilkan,” terang Paulus Palino yang juga sudah tiga periode anggota DPRD Lutra dari Fraksi Gerindra.
Paulus Palino juga menjelaskan, jika Midun sukses menjalani karantina hingga 14 hari selesai, berarti pengorbanan yang bersangkutan dan pihak keluarga tidak sia-sia.(yustus)







