SOROTMAKASSAR -- Wajo
Salah satu putra terbaik Wajo, seorang dokter dan tokoh pendidikan, dr.H.Sanusi Karateng (80), Ahad malam (10/5/2020) sekitar pukul 22.00 meninggal dunia di rumahnya, di Kota Sengkang, Kabupaten Wajo.
Rektor Universitas Puangrimaggalatung (Uniprima) Sengkang, Prof. Dr. Imran Ismail, MS, kepada media Senin (11/05/2020), menyampaikan, almarhum meninggal dunia dengan tenang di rumahnya karena penyakit kanker, dan kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi seluruh civitas akademika kampus Uniprima.
Sesuai rencana, Ketua Dewan Pembina Yayasan Perguruan Puangrimaggalatung ini, akan dikebumikan hari Senin (11/05/2020) di Wajo.
Almarhum yang lahir di Sengkang 6 Oktober 1940, semasa hidupnya selain dikenal sebagai dokter medis dan berkarier pada bidang kesehatan, juga dikenal selaku tokoh pendidikan. Bahkan, mencatat sejarah sebagai sosok yang menghadirkan Uniprima sebagai universitas pertama di Wajo, Bone, Soppeng, dan Sinjai pada tahun 2018 silam.
Sanusi menjalani masa kecil di Sengkang lulus SDN Jalang Wajo 1953, SMP Muhammadiyah Wajo 1956, SMA Makassar 1959, S1 Kedokteran Unhas 1970.
Meniti karier selaku Kepala RS Wajo 1970-1971. Kadis Kesehatan Wajo 1971-1988, Kadis Kesehatan Bone 1988-1994.
Kepala RS Kusta Regional Indonesia Timur di Makassar 1994-2000. Aktif organisasi di HMI saat jadi mahasiswa.
Ketua Kosgoro Wajo, Dewan Penasehat Golkar Wajo dan Bone, Ketua IDI Wajo dan Bone
Putra Terbaik Wajo 1995, meraih penghargaan sebagai Dokter Peduli Pendidikan dari Kopertis Wilayah IX Sulawesi serta Dokter Peduli Kesejahteraan Masyarakat memperingati 100 tahun Kebangkitan Nasional.
Legislator DPRD Sulsel Fraksi Partai Demokrat pada masanya ini juga merdirikan dan membesarkan niprima, selalu simbol universitas pertama di Wajo dan sekitarnya. Universitas ini merupalan gabungan dari empat sekolah tinggi. Keempat kampus itu, STIA Puangrimaggaltung, STKIP Puangrimaggalatung, STIP Puangrimagglatung, dan STIKES Puangrimaggalatung. (yahya).







