Menjemput Ingatan di Kamar Borong: Refleksi Setengah Abad Militansi Seniman Makassar
Laporan Rachim Kallo
Suasana hangat menyelimuti Jalan Borong Raya No. 75 A, Makassar, ketika de la macca bersama Dewan Kesenian Makassar (DKM) dan Lembaga Pengembangan Kesenian dan Kebudayaan Sulawesi Selatan (Lapakkss) menggelar diskusi buku bertajuk Kamar Pertemuan Seniman (Rekam Jejak dari Benteng Ujung Pandang 29 Juni 1969). Tepat pukul 14.00 WITA, acara dibuka dengan khidmat oleh saudari Anggi selaku pembawa acara, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya yang dipandu oleh saudari Lala sebagai dirigen. Momentum ini menjadi begitu emosional dan bersejarah karena dari sebelas pendiri DKM, kini hanya tersisa satu orang yang masih hidup, yaitu Aspar Paturusi, yang turut hadir memberikan tanggapan secara virtual melalui Zoom dari Jakarta, sementara sepuluh pendiri lainnya telah berpulang.


