SOROTMAKASSAR -- MAKASSAR, Prestasi membanggakan kembali ditorehkan atlet muda pencak silat Tapak Suci Putera Muhammadiyah Cabang Maccini Sombala, Nur Waliyatul Mursyidah Tumengkol. Siswi kelas VIII-B SMP Negeri 3 Makassar ini sukses meraih medali emas setelah keluar sebagai Juara 1 kategori Pra Remaja Kelas G Putri pada Open Turnamen Nasional Pencak Silat Tapak Suci Rektor UINAM Cup VIII Tahun 2026.
Kejuaraan bergengsi tersebut berlangsung di Gedung Super Futsal Makassar, 31 Oktober hingga 1 November 2026. Dalam kompetisi itu, Nur Waliyatul yang akrab disapa Alya tampil penuh percaya diri, menunjukkan kemampuan terbaik, serta berhasil menaklukkan lawannya pada partai final hingga memastikan diri berdiri di podium tertinggi.
Keberhasilan Alya terasa semakin istimewa mengingat turnamen nasional tersebut diikuti 488 peserta dari berbagai perguruan Tapak Suci yang berasal dari sejumlah daerah di Indonesia. Di tengah persaingan yang kompetitif, ia mampu memperlihatkan ketangguhan, keberanian, kedisiplinan, serta mental bertanding yang menjadi modal penting dalam meraih prestasi.
Raihan medali emas tersebut tidak hanya menjadi kebanggaan bagi Alya dan keluarganya, tetapi juga mengharumkan nama SMP Negeri 3 Makassar serta Tapak Suci Putera Muhammadiyah Cabang Maccini Sombala. Capaian ini sekaligus menambah catatan prestasi dan perjalanan karier Alya sebagai atlet muda yang terus mengembangkan potensi di cabang olahraga pencak silat.
Putri pasangan Rachmat Tumengkol dan Sadrianah, S.Pd.I., tersebut mengungkapkan rasa syukur dan kebahagiaannya atas pencapaian yang berhasil diraih. Ia mengaku bangga karena dapat memberikan penampilan terbaik sekaligus mempersembahkan medali emas bagi keluarga, perguruan, dan sekolah yang selama ini menjadi bagian penting dalam perjalanan prestasinya.
"Alhamdulillah, saya sangat bersyukur bisa tampil dengan penuh percaya diri sehingga berhasil meraih medali emas. Saya bangga dapat mengharumkan nama keluarga, perguruan Tapak Suci Cabang Maccini Sombala, serta sekolah SMP Negeri 3 Makassar," ungkap Alya.
Alya juga menyampaikan bahwa keberhasilan tersebut tidak terlepas dari doa dan dukungan kedua orang tua, keluarga, serta para guru di sekolah. Secara khusus, ia mengapresiasi keluarga besar Tapak Suci Cabang Maccini Sombala yang senantiasa memberikan pembinaan, motivasi, dan semangat selama menjalani proses latihan hingga menghadapi pertandingan.
Sementara itu, pelatih Tapak Suci Cabang Maccini Sombala, Rachmat Tumengkol, yang juga merupakan ayah Alya, mengungkapkan rasa bangga dan syukur atas keberhasilan putrinya meraih medali emas di tingkat nasional. Menurutnya, pencapaian tersebut menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas latihan, kedisiplinan, kemampuan teknik, serta membangun mental juara dalam menghadapi kompetisi berikutnya.
Prestasi Nur Waliyatul Mursyidah Tumengkol menjadi bukti bahwa usia muda bukanlah penghalang untuk meraih keberhasilan. Melalui kerja keras, disiplin, keberanian, dan dukungan lingkungan keluarga maupun pendidikan, seorang atlet muda mampu menunjukkan potensi terbaiknya. Raihan medali emas ini diharapkan menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus mengembangkan bakat, menjunjung tinggi sportivitas, serta berani bermimpi besar dan berjuang mewujudkannya. (*Rz)



