SOROTMAKASSAR - MAKASSAR, Suasana hangat menyelimuti Kedai Ayah UQ di kawasan Jl Boulevard, Makassar, Selasa (17/3/2026). Di sana, keluarga besar Fajar Group berkumpul dalam momen buka puasa bersama yang kental dengan nuansa kekeluargaan.
Keseruan pecah saat wajah-wajah lama dan baru bertemu dalam satu meja. Perjumpaan ini seolah menjadi mesin waktu yang menghidupkan kembali berbagai cerita seru dan kenangan manis masa lalu.
Agenda penuh keakraban ini merupakan inisiasi dari Sukriansyah S Latief, sosok senior di dunia media yang juga pengusaha sekaligus mantan Pemimpin Redaksi dan Direktur Harian Fajar.
Dalam kesempatan tersebut, Andi Syaifuddin Makka dan Sultan Eka Putra selaku Komisaris serta Direktur Fajar Holding, memberikan pesan menyentuh tentang pentingnya menjaga napas silaturahmi di antara seluruh elemen karyawan.
Puluhan tokoh penting hadir mengisi ruangan, mulai dari jajaran pucuk pimpinan hingga perwakilan karyawan dari berbagai lini bisnis Fajar Group.
Tampak hadir figur sentral seperti Andi Syaifuddin Makka (Komisaris PT Fajar Indonesia Corporindo), Suwardi Thahir (Direktur PT Fajar Indonesia Corporindo), serta Sultan Eka Putra (Direktur PT Fajar Indonesia Corporindo).
Untuk diketahui, PT Fajar Indonesia Corporindo atau yang akrab disapa Fajar Holding, merupakan payung besar yang menaungi berbagai unit bisnis strategis di bawah bendera Fajar Group.
Kehadiran Faisal Palapa (Direktur Utama PT Media Fajar Indonesia) dan Faisal Syam (Komisaris PT Media Fajar Indonesia) semakin menambah bobot pertemuan sore itu.
PT Media Fajar Indonesia sendiri merupakan entitas di balik nama besar Harian Fajar, baik dalam format surat kabar cetak maupun portal berita daring.
Tak ketinggalan, Arsyad Hakim selaku Direktur Utama PT Fajar National Network—perusahaan yang mengelola media online Fajar.co.id—turut berbaur dalam obrolan santai.
Hadir pula Arsan Fitri, nakhoda PT Berita Kota Makassar yang sukses mengawal eksistensi koran dan media online Berita Kota Makassar.
Lini teknologi pun terwakili dengan kehadiran Mustafa Kufung, Direktur Utama PT Fajar Techno System, sebuah perusahaan penyedia layanan broadband dan internet cepat yang menjadi tulang punggung digital grup.
Sorotan menarik tertuju pada pasangan harmonis Nur Alim Djalil dan Nina Yusmanizar; keduanya merupakan pimpinan Universitas Fajar yang tampil kompak mengenakan busana berwarna merah maron.
Selain para petinggi tersebut, puluhan karyawan dari berbagai divisi juga turut meramaikan suasana, menciptakan harmoni kebersamaan yang cair.
Suwardi Thahir, yang menjabat Direktur PT Fajar Indonesia Corporindo sekaligus Komisaris PT Fajar National Network, mengungkapkan bahwa acara ini lebih dari sekadar makan bersama, melainkan jembatan hati bagi seluruh awak perusahaan.
"Di sini kami saling bertukar cerita. Ada kebahagiaan tersendiri bisa berkumpul kembali dalam suasana yang sangat akrab seperti ini," tutur Suwardi di sela-sela acara.
Langkah Suwardi Menuju PWI 1
Momen ini menjadi semakin bermakna mengingat Suwardi Thahir baru saja mendeklarasikan langkahnya sebagai Calon Ketua PWI Sulsel periode 2026-2031.
Saat ini, PWI Sulsel memang tengah bersiap menyambut estafet kepemimpinan baru setelah Agussalim Alwi Hamu menyelesaikan masa pengabdiannya selama dua periode (2016-2026).
Untuk sementara, roda organisasi dijalankan oleh Zulkifli Gani Ottoh sebagai Plt Ketua, yang sebelumnya juga merupakan tokoh senior PWI Sulsel dengan pengalaman dua periode kepemimpinan.
Pesta demokrasi insan pers melalui Konferensi Provinsi (Konferprov) PWI Sulsel dijadwalkan akan bergulir dalam kurun waktu tiga bulan ke depan.
Visi Besar: Menatap Masa Depan
Sebelumnya, dalam pertemuan dengan ratusan jurnalis di lokasi yang sama, Suwardi Thahir mengajak seluruh anggota PWI untuk mengubah paradigma dengan fokus menatap masa depan ketimbang berkutat pada kekurangan masa lalu.
"Capaian kita hari ini adalah akumulasi kerja keras para pendahulu. Ada jasa Pak Agussalim Alwi Hamu, Pak Zulkifli Gani Ottoh, Pak Syamsu Nur, hingga Pak Alwi Hamu dan seluruh jajaran pengurus sebelumnya," jelas Suwardi dengan nada apresiatif.
Menurutnya, PWI Sulsel bisa berdiri tegak seperti sekarang berkat dedikasi para tokoh tersebut yang terus berupaya mengembangkan organisasi menjadi lebih profesional.
Oleh karena itu, Suwardi berkomitmen jika dipercaya memimpin, ia akan mengombinasikan keberhasilan program lama dengan terobosan baru yang berfokus pada kejayaan organisasi dan kesejahteraan anggota.
Ia mengisyaratkan telah menyiapkan sejumlah program kerja komprehensif, meski detailnya masih disimpan rapat sebagai kejutan mendatang.
Inti dari visinya adalah kolaborasi; menyatukan seluruh potensi anggota untuk bergerak serentak dan adaptif terhadap gempuran inovasi zaman.
"Tujuan akhirnya jelas: kejayaan organisasi dan kesejahteraan anggota yang diraih melalui kolaborasi nyata serta sikap adaptif," pungkasnya tegas. (*)


