Anggota MPR RI Ajiep Padindang, Gelar Seminar Kebangsaan Ke Pekerja Sosial dan Tokoh Masyarakat Di Kabupaten Takalar

SOROTMAKASSAR -- Takalar.

Anggota MPR RI, Dr. H. Ajiep Padindang,SE,MM, melaksanakan Seminar Kebangsaan dengan tema "Menumbuhkan Kesetiakawanan Sosial Menuju Ketahanan Nasional", dengan segmen pekerja sosial dan tokoh masyarakat, yang dilaksanakan di Rumah Makan Raja Desa Jl. Jenderal Sudirman Takalar, dan di Kelurahan Manongkoki Kecamatan Polobangkeng Utara Kabupaten Takalar (30/10/2020) dengan standar protokol kesehatan.

Pelaksanaan Seminar Kebangsaan dan dibagi ke dalam dua tahap untuk menghindari kerumunaan massa dalam jumlah besar. Hal ini dilakukan karena masih dalam kondisi Pandemi Covid-19.

Dalam pengantarnya, Anggota MPR RI dari Kelompok DPD RI, Ajiep Padindang menyampaikan, Seminar Kebangsaan merupakan program MPR RI untuk
memasyarakatkan Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.

Seminar Kebangsaan juga dimaksudkan untuk memperoleh masukan masyarakat terkait Pilar Kebangsaan dan Sistem Ketatanegaraan Berdasarkan UUD NRI Tahun 1945 serta pelaksanaannya, dan berbagai permasalahan lainnya yang dihadapi masyarakat.

Dihadapan peserta Seminar, sebelum mengulas materi Menumbuhkan Kesetiakawanan Sosial Menuju Ketahanan Nasional, Ajiep terlebih dahulu memaparkan materi Empat Pilar Kebangsaan MPR RI yakni Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.

Ajiep Padindang menjelaskan, Kesetiakawanan Sosial atau rasa solidaritas sosial merupakan potensi spritual, komitmen bersama sekaligus jati diri bangsa. Kesetiakawanan Sosial merupakan Nilai Dasar Kesejahteraan Sosial, modal sosial (Social Capital) yang ada dalam masyarakat terus digali, dikembangkan dan didayagunakan dalam mewujudkan cita-cita bangsa Indonesia untuk bernegara yaitu Masyarakat Sejahtera.

"Ketahanan Nasional merupakan konsepsi Nasional dalam pencapaian Tujuan Nasional, yang pada intinya tercapainya Keamanan dan Kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia. Ketahanan Nasional dibentuk atas nilai dasar dan cita-cita bangsa yang dibangun bersama," imbuh Anggota MPR RI bergelar Doktor tersebut..

Salah satu permasalahan yang dikemukakan peserta seminar, terkait bantuan sosial (bansos) ke masyarakat hendaknya disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat. Seperti masyarakat nelayan yang lebih membutuhkan beras dan telur, tapi jenis bantuan yang disediakan selain beras, juga terdapat ikan kaleng dan suyuran. Padahal masyarakat nelayan penghasil ikan. Demikian pula sayuran yang tidak tahan lama sehingga sudah tidak layak konsumsi baru sampai ke masyarakat.

Menjawab keluhan masyarakat tersebut, Anggota MPR RI, Ajiep Padindang mengungkapkan, Kebijakan Pemerintah yang menyamaratakan daerah di Indonesia memang harus dikoreksi karena kondisi daerah berbeda. Yang lebih dibutuhkan masyarakat nelayan di pesisir dengan masyarakat pedalaman tentu berbeda. Ke depannya kondisi ini harus diperbaiki, dimana bantuan sosial harus disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat setempat agar bantuan sosial tersebut tepat guna dan tepat sasaran.

"Di era Pandemi Covid-19 ini, pekerja sosial dituntut bekerja ekstra demi kemanusiaan untuk membantu saudara-saudara kita yang memerlukan bantuan dan perhatian lebih. Rasa tanggungjawab dan sikap solidaritas sosial yang dalam Bahasa Makassar Siri’ na Pacce sesuai dengan Sila Kedua Pancasila Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab untuk mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia sesuai Sila ke lima Pancasila
harus lebih dikedepankan," pungkas Ajiep Padindang, mengakhiri sesi diskusi. (rk)

Politik

Pendidikan

Opini

Berita Makassar

Kuliner Nusantara

Newsletter

WWW.SOROTMAKASSAR.COM

Taman Telkomas, Jln Satelit IV No. 64 Makassar, Sulawesi Selatan.
Telp/HP : 0411-580918, 0811448368, 082280008368.

Jln Sultan Hasanuddin No. 32 (Kembang Djawa) Makassar, 
Sulawesi Selatan. Telp/Hp : 0811446911. 

Copyright © 2018 SOROTMAKASSAR.COM. All Rights Reserved.

REDAKSIDISCLAIMER | IKLAN