Banjir Bandang Lutra Seret 9 Warga Jemaat GPT Radda, 5 Meninggal dan 4 Belum Didapat

SOROTMAKASSAR -- Makassar.

Banjir bandang yang datang tiba-tiba, menyebabkan 9 (sembilan) warga jemaat Gereja Protestan Toraja (GPT) Radda', Desa Radda' Kecamatan Baebunta terbawa deras arus banjir bandang yang bercampur lumpur pasir.

Jemaat sebanyak empat orang yang belum didapat hingga saat ini masih dalam pencarian oleh pihak muspika, Tagana, TNI, Polri, relawan, masyarakat setempat dan ormas.

Informasi yang dihimpun dari beberapa jemaat, Rabu (15/7/2020) Hermanto Penatua Majelis GPT Imanuel Salassa' yang juga Sekretaris Posko di Gereja Protestan Toraja (GPT) Imanuel Salassa' Kecamatan Baebunta menyebutkan, ke-9 korban jemaat GPT Radda' saat banjir bandang datang sementara tidur dan tidak sempat menyelamatkan diri.

Upaya pencarian yang terus dilakukan terhambat oleh timbunan lumpur bercampur pasir setinggi 1,5 hingga 3 meter.

Sementara di tempat terpisah Camat Sabbang Sitti Kidar mengatakan, banjir bandang bercampur lumpur itu menggenangi rumah warga di Desa Malimbu, Salama dan Desa Sabbang dan 175 rumah rusak. (yustus).

Politik

Pendidikan

Opini

Berita Makassar

Kuliner Nusantara

Newsletter

WWW.SOROTMAKASSAR.COM

Taman Telkomas, Jln Satelit IV No. 64 Makassar, Sulawesi Selatan.
Telp/HP : 0411-580918, 0811448368, 082280008368.

Jln Sultan Hasanuddin No. 32 (Kembang Djawa) Makassar, 
Sulawesi Selatan. Telp/Hp : 0811446911. 

Copyright © 2018 SOROTMAKASSAR.COM. All Rights Reserved.

REDAKSIDISCLAIMER | IKLAN