SOROTMAKASSAR -- Luwu Utara.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Basarnas Makassar, Mustari,S.E mengatakan, hingga Rabu (15/7/2020), sudah 16 korban jiwa ditemukan. Sebanyak 23 orang masih dalam pencarian.
“Hingga Rabu, kini data sementara bencana banjir bandang di Masamba tercatat sebanyak 16 orang meninggal, 655 orang dalam 156 KK selamat dan 23 orang lainnya masih dalam pencarian oleh tim gabungan,” ungkap Mustari dalam keterangan persnya, Rabu (15/7/2020).
Menurut Mustari, jenazah korban telah dievakuasi ke RSUD Andi Jemma Masamba, RS Hikmah dan PKM PKM Baebunta.
“Jumlah pengungsi yang tercatat sebanyak 156 KK atau sebanyak 655 orang,” ungkap Mustari.

Diketahui, banjir bandang akibat luapan Sungai Masamba di Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, selain merusak rumah warga dan fasilitas publik, juga menelan korban jiwa.
Kantor Pencarian dan Pertolongan Basarnas Makassar juga melaporkan ada 46 orang yang dilaporkan hilang dalam musibah ini.
“Sebanyak 46 orang lainnya dinyatakan hilang masih dalam pencarian oleh tim gabungan,” katanya.
Selain korban tewas, selama proses evakuasi petugas dari Basarnas juga menemukan 10 orang yang selamat setelah terseret banjir bandang.
Korban selamat tersebut adalah Nursia (44) warga Radda, Windi Lifriandi (26) Bone Tua (Masamba), Heril (28), Hera Hedrian (17), Wahyuni, H Syamsu, Jelita Busor, Kadir warga Radda.
Sedangkan dua orang warga Masamba masing-masing beridentitas Salsa dan Wardah. “10 orang korban selamat dalam perawatan di RSUD Masamba,” tuturnya. (*)







