SOROTMAKASSAR -- Luwu Utara.
Satu anak-anak berumur 3 tahun bernama Nabil terbawa arus banjir Bandang di Kota Masamba dan belum ditemukan. Beberapa orang terseret dan ratusan rumah rusak di Kecamatan Masamba, Kabupaten Luwu Utara (Lutra), Sulawesi Selatan( Sulsel), setelah diterjang banjir bandang, Senin(13/7/2020) malam.
Hal itu disampaikan Kepala Dinas P2KUKM Kasrum Patawari yang kediamannya berada di jantung ibu kota Lutra Masamba pada media ini, Selasa (14/7/2020) bahwa banjir bandang terjadi sekira pukul 20.25 Wita.
"Iya benar terjadi banjir bandang," jelas Kasrum Patawari sembari menyebutkan, banjir bandang itu bercampur lumpur mencapai sekitar 1,5 meter dipermukaan aspal jalan Trans Sulawesi.
Satu anak korban meninggal dunia itu diketahui bernama Nabil (3).

"Saat terjadi banjir, saya belum tidur dan listrik padam jadi kami kesulitan berjalan dan saya masih sempat mengambil video banjir bandang itu,"ceritera Kasrum Patawari.
Banjir bandang ini mengakibatkan juga jembatan permanen di Desa Tandug, Desa Baloli, Kecamatan Masamba, terputus. Ini banjir terparah sejak terbentuknya Kabupaten Lutra.
"Satu korban meninggal sudah dievakuasi oleh pemerintah setempat dibantu warga dan belum diketahui idetitasnya," tutur Kadis Perdagangan Perindustrian Koperasi Usaha Kecil Menengah ini.
Kondisi saat ini di lokasi masih terjadi hujan dengan intensitas rendah, sementara warga yang selamat telah mengamankan diri ke sejumlah titik pengungsian yang telah dibuka pemerintah setempat.
Sementara Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lutra, Muslim Muhtar mengatakan anggota sementara melakukan pendataan rumah terdampak banjir bandang tadi malam.
"Warga yang selamat sudah diarahkan ke posko pengungsian. Tim kami dari BPBD, PUPR, Dinas Sosial, dan pihak tekait sudah menuju lokasi malam tadi," pungkas Muslim Muhtar. (yustus)







