Siasati Program Bangga Kencana di Tengah Covid-19 (Refleksi Hari Keluarga Nasional, 29 Juni 2020)


Oleh : M.Dahlan Abubakar (Ketua Ikatan Penulis Keluarga Berencana Sulsel)

BOLEH jadi wabah pandemi Corona Virus Disease (Covid)-19 yang merebak ke seluruh dunia, termasuk Indonesia, mengakibatkan seluruh instansi pemerintah merevisi ulang sejumlah programnya. Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) yang mulai tahun 2020 ini meluncurkan Program Pembangunan Keluarga Kependudukan dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) dengan tagline baru “berencana itu keren”, juga terkena imbas dengan wabah tersebut.


Salah satu dampak Covid-19 ini bagi program Bangga Kencana ini adalah penyelenggaraan peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) yang setiap tahun tuan rumahnya digilir pada setiap provinsi. Terakhir, tahun 2019, tuan rumah Harganas adalah Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Tuan rumah Harganas 2020 sedianya adalah Padang, Sumatra Barat. Tetapi dengan adanya Covid-19, jelas peringatan Harganas yang diisi dengan berbagai kegiatan tersebut akhirnya dibatalkan.

Sesuai penyampaian dan arahan Kepala BKKBN Pusat, penyelenggaraan Harganas 2020 dipercayakan kepada masing-masing provinsi disesuaikan dengan situasi dan kondisi yang ada, protokol pencegahan Covid-19. Penyiasatan kegiatan ini adalah satu keniscayaan di dalam kondisi pandemi saat ini, meskipun beberapa kegiatan akan dapat banyak dapat dilakukan meski harus menggunakan media virtual. Memang pertemuan tatap muka masih jauh lebih efektif dan menjangkau lapisan masyarakat akar rumput.

Meskipun penyebaran wabah Covid-19 seakan melumpuh banyak kegiatan lapangan Progam Bangga Kencana, namun Perwakilan BKKBN Sulawesi Selatan menyiasatinya dengan memanfaatkan media pertemuan virtual. Pemanfaatan media ini sebenarnya juga dapat dimaksimalkan karena rata-rata daerah sudah terjangkau oleh signal seluler. Lagipula, masyarakat kita rata-rata sudah memiliki gawai (telepon seluler) dan mereka sangat piawai memanfaatkan sejumlah fitur yang ada di ponsel tersebut. Tinggal bagaimana mengarahkan pemanfaatan gawai tersebut untuk kegiatan yang berkaitan dengan penyelenggaraan program Bangga Kencana ini.  

“Di Sulawesi Selatan, hal ini sudah disampaikan kepada seluruh Organisasi Perangkat Daerah Keluarga Berencana (OPD KB),” kata Dra.Hj. Andi Ritamariani Basharu, M.Pd, Kepala Perwakilan BKKBN Sulawesi Selatan dalam perbincangan dengan saya selaku Ketua Ikatan Keluarga Berencana (IPKB) Sulsel, Senin (22/06/2020).

Upacara bendera peringatan Harganas yang biasanya merupakan puncak perayaan karena diisi dengan berbagai penghargaan kepada mereka yang berprestasi dalam Program Bangga Kencana terpaksa ditiadakan. Padahal, pada kesempatan inilah diserahkan penghargaan kepada masing-masing provinsi dan OPD KB kabupaten/kota.

Secara nasional peringatan dilaksanakan secara virtual dan diikuti seluruh provinsi dan kabupaten/kota. Sementara untuk tingkat provinsi, upacara hanya dilaksanakan secara internal dengan peserta yang terbatas merujuk pada  protokol pencegahan Covid-19.

Pada peringatan Harganas dari Kantor BKKBN Pusat di Jakarta, Sulsel termasuk salah satu dari enam provinsi yang akan melaporkan program-program yang dilaksanakannya secara virtual kepada BKKBN Pusat. Siaran “live” virtual itu dilaksanakan pukul 12.00-13.00 WIB. Pemilihan keenam provinsi tersebut tentu saja ada indikator tertentu yang menarik dari daerah ini.

Andi Ritamariani Basharu mengatakan, akibat Covid-19, boleh saja berdampak pada program Bangga Kencana yang orientasi programnya selama ini lebih menekankan kepada pertemuan tatap muka. Namun akibat adanya wabah pandemi ini, pertemuan langsung seperti itu tidak dapat dilaksanakan. Yang dikhawatirkan terjadinya putus pakai alat kontrasepsi (alkon) – baik metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP) dan non-MKJP -- dan, penundaan usia hamil.

Untuk menyiasati dampak Covid-19 tersebut, sebut Andi Rositamariani, sebelum puncak peringatan Harganas tersebut, BKKBN Sulsel tetap gencar melaksanakan berbagai kegiatan, antara lain sosialiasi Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) dengan melibatkan juga para widiaswara. Sosialisasi ini dilakukan dengan publikasi melalui media luar ruang, dalam bentuk perbincangan melalui media elektronik dan penulisan melalui media cetak, pemasangan baliho, pemuatan testimoni sejumlah pejabat berkaitan dengan Harganas, seperti dari Gubernur Sulsel, Pangdam XIV Hasanuddin, Ketua Penggerak PKK, Pejabat Wali Kota Makassar, Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Ketua Ikatan Penyuluh Keluarga Berencana (IPeKB), dan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulsel.

Materi sosialisasi ini antara lain mencakup pentingnya kesehatan reproduksi pada generasi muda (berencana), 1.000 hari pertama kehidupan (HPK) pada 10 titik, yakni masing-masing di Kabupaten Gowa dan Jeneponto. Jumat (26/6/2020) dan Sabtu (27/6/2020) dilaksanakan pada dua titik melibatkan remaja dan kader. Salah satu lokasinya di Parepare. BKKBN Pusat menekankan, program ini ditekankan kepada pelayanan untuk “merebut” 1 juta akseptor.

Inovasi Sulsel 

Pada tanggal 22 Juni 2020, BKKBN Sulsel meluncurkan satu program inovasi, yakni kegiatan gotong royong di Kampung KB. Kegiatan yang dilaksanakan secara serentak oleh provinsi dan kabupaten/kota itu berlangsung 26 Juni 2020 pagi. Kampung KB dipilih sebagai lokasi kegiatan ini karena merupakan miniatur pelaksanaan Bangga Kencana. 

Pembagian sembako dan  masker juga mewarnai kegiatan gotong royong Kampung KB. Ini merupakan perwujudan prinsip keluarga bagi keluarga yang kelak disertai dengan pembagian masker yang sebelumnya juga telah dilakukan untuk masyarakat umum dan penghuni panti asuhan.

Kegiatan Gotong Royong Kampung KB tersebut dapat diintegrasikan dengan kegiatan yang diprogramkan dinas-dinas lainnya. Misalnya pembagian bibit tanaman untuk menanam satu juta pohon dari Dinas Pertanian dan bibit kan dari Dinas Perikanan. Pada kegiatan gotong royong tersebut, apa yang ada di Perwakilan BKKBN Sulsel juga akan didistribusikan ke kabupaten/kota.

“Tetapi mereka bisa menyesuaikan programnya masing-masing,” imbuh ibu dua anak kelahiran Majene 17 Mei 1964 tersebut. 

Dalam pekan ini juga dilaksanakan siaga kependidikan virtual yang dikaitkan pula dengan pemberdayaan ekonomi keluarga serta dikaitkan topik dengan psikologi anak. Kegiatan ini dilaksanakan secara webinar (virtual), menghadirkan peserta dari kabupaten/kota dengan tetap mengikuti protokol kesehatan Covid-19. Sementara Bidang KB melaksanakan kegiatan sosialisasi kesehatan reproduksi.

Begitulah, meski Covid-19 terus menghantui kehidupan masyarakat, namun program Bangga Kencana tidak boleh berhenti. Walaupun dalam praktiknya harus berlangsung dalam tatap muka, namun Covid-19 melalui protokol kesehatan harus tetap dipatuhi. Dan memberi ruang menyiasatinya dengan pertemuan melalui dunia maya. (*)

Politik

Pendidikan

Opini

Berita Makassar

Kuliner Nusantara

Newsletter

WWW.SOROTMAKASSAR.COM

Taman Telkomas, Jln Satelit IV No. 64 Makassar, Sulawesi Selatan.
Telp/HP : 0411-580918, 0811448368, 082280008368.

Jln Sultan Hasanuddin No. 32 (Kembang Djawa) Makassar, 
Sulawesi Selatan. Telp/Hp : 0811446911. 

Copyright © 2018 SOROTMAKASSAR.COM. All Rights Reserved.

REDAKSIDISCLAIMER | IKLAN