SOROTMAKASSAR -- Toraja Utara.
Terkait membengkaknya tagihan listrik yang terdampak pada semua perhotelan yang ada di Toraja Utara, sehingga beberapa hotel tidak dapat memenuhi pembayaran listrik dan ada hotel berbintang yang sudah di putus aliran listriknya oleh pihak PLN. Selain keluhan tagihan listrik para hotel melonjak juga tidak ada tamu yang menginap akibat dari dampak pandemi Covid-19.
Pemerintah daerah lewat Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Toraja Utara mengambil inisiatif melakukan pertemuan dengan mengundang pengurus Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) dan pihak PT PLN (Persero) Rayon Rantepao untuk mencari solusi atas kendala yang dihadapi oleh perhotelan di Toraja Utara, Rabu (25/06/2020) di Kantor Gabungan Dinas, Room Marante.
Pertemuan ini dilaksanakan untuk mencari solusi atas tagihan listrik yang membengkak pada usaha perhotelan dan restoran yang terkena dampak selama masa pandemi Covid-19.
Kepala Dinas Pariwisata Yorry Lesawengen dalam pertemuan mengatakan, tujuan diadakannya pertemuan ini sebagai usaha pemerintah daerah untuk dapat meringankan beban anggota PHRI Toraja Utara yang terkena dampak pandemi Covid-19.
Usaha hotel dan restoran selama masa pandemi Covid-19 mengalami penurunan okupansi kunjungan hingga sampai 90 persen, namun tetap harus mengeluarkan biaya operasionalnya termasuk biaya listrik dan gaji karyawan. Melihat hal itu, Yorry Lesawengan berharap ada suatu kebijakan khusus dari pihak PLN untuk usaha para anggota PHRI ini.
Yorry tambahkan, Kabupaten Toraja Utara salah satu kabupaten yang direkomendasikan pemerintah pusat untuk membuka kembali destinasi pariwisatanya bersama beberapa provinsi lainnya.
"Juga pelaksanaan New Normal yang akan diimplementasikan dengan melaksanakan beberapa agenda kepariwisataan," terang Yorry.
Selain itu, pihak PLN mempunyai skema-skema yang bisa diterapkan untuk solusi permasalahan ini, walaupun dirinya juga menyadari bahwa PT PLN ikut terimbas pada dampak virus Corona ini.
“Inilah bentuk usaha pemerintah masuk ke dalam ranah ini. Mari kita berangkat sama-sama, sehingga pertumbuhan dan perputaran ekonomi ini bisa kita usahakan bersama-sama,” ungkap Yorry.
Sementara itu GM PT PLN (Persero) Rayon Rantepao Joko Triwasono menyampaikan, pihaknya memahami apa yang menjadi keluhan PHRI. PT PLN selama masa pandemi Covid-19 ini, setiap minggu memantau perkembangan yang terjadi, khususnya terkait kelistrikan yang ada di Kabupaten Toraja Utara.
Pihaknya juga memiliki beberapa skema dan skenario untuk mengatasi hal ini, dari penurunan daya sementara hingga pembayaran melalui fasilitas cicilan. Pihaknya meminta agar PHRI Toraja Utara untuk mendata seluruh beban total usaha yang ada. "Selanjutnya, PLN akan berkoordinasi terkait solusi yang bisa diambil," kata Joko.
Dalam pertemuan turut hadir, Staf Khusus Pemkab Toraja Utara Aloysius Lande, Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Yorry Lesawengan, Manager PT PLN Rayon Rantepao Joko Triwasono dan sejumlah anggota PHRI. (man)







