SOROTMAKASSAR -- Tana Toraja.
Satu orang pasien terpapar Covid-19 di Kabupaten Tana Toraja meninggal dunia pada Senin (22/06/2020). Almarhum diketahui warga Lembang Gandangbatu, Kecamatan Gandangbatu Sillanan (Gandasil), Kabupaten Tana Toraja.
Sesuai hasil tes cepat dengan Swab Metode Molekuler (TCM) yang dilakukan kepada pasien laki-laki berusia 45 tahun di RSUD Lakipadada, dinyatakan positif terpapar Covid-19.
Sementara informasi yang didapatkan, jenazah warga yang terpapar Covid-19 tersebut langsung dimakamkan pihak keluarga pada Senin malam dan dibantu oleh petugas kesehatan dengan lengkap menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) saat memakamkan jenazah pada pukul 23.00 Wita.
Sebelumnya warga meninggal ini diketahui pernah melakukan perjalanan ke Makassar pada 15 Juni lalu. Setelah kembali ke Toraja almarhum tidak melaporkan diri kepada pihak Puskesmas setempat. Setibanya beberapa hari di rumah, warga tersebut mulai sakit dan melapor ke pemerintah setempat.
Setelah pasien melapor, Pemerintah setempat langsung berkomunikasi dengan petugas kesehatan dan langsung mengunjungi pasien serta memberi obat pada Sabtu 20 Juni 2020. Dua hari setelah dikunjungi pihak medis, pasien tersebut meninggal dunia, Senin (22/06/2020).
Tim Satgas langsung melakukan pengambilan sampel cairan tenggorokan untuk dilakukan pemeriksaan dengan metode TCM dan hasilnya positif Covid-19. Berdasarkan inilah membuat Satgas Covid-19 Tana Toraja melakukan penguburan dengan protokol Covid-19.
Pengumuman terkait kasus baru ini, dilakukan Kepala Dinas Kesehatan Tana Toraja, Mariana Belo dan Media Center Satgas Covid-19 Tana Toraja, Selasa, 23 Juni 2020.
Dengan diumumkannya kasus baru ini, Satgas Covid-19 Tana Toraja mencatat sudah 8 kasus terkonfirmasi positif, dimana 6 orang pasien telah dinyatakan sembuh serta satu orang pasien dirujuk ke Makassar dan kasus baru yang terakhir dinyatakan meninggal dunia.
Selain kasus meninggalnya warga yang terpapar Covid-19 ini membuat was-was warga Gandangbatu dan sekitarnya. Karena dimana ada dua orang warga yang meninggal secara beruntun di lokasi itu, dengan waktu yang hampir bersamaan, pada Senin 22 Juni 2020 malam.
Warga pasien yang diketahui positif Covid-19, meninggal sekitar pukul 19.00 Wita. Sedangkan warga lainnya yang ikut beruntun meninggal masih tetangga, sekitar pukul 22.00 Wita.
Saat dilakukan pemeriksaan terhadap warga yang meninggal di belakang, dengan pemeriksaan Swab Metode Tes Cepat Molekuler (TCM) dinyatakan negatif Covid-19. Warga ini diduga kaget dan meninggal kena serangan jantung akibat tidak bisa menahan kesedihan karena mendengar kerabatnya telah meninggal.
Dengan kasus adanya korban meninggal, Satgas Covid-19 Tana Toraja terus kerja keras melakukan langkah-langkah memutus mata rantai penyebaran virus Corona di lingkungan masyarakat. Langkah-langkah yang dilakukan adalah dengan melakukan Tracing terhadap riwayat kontak pasien positif tersebut dengan melibatkan Tim Surveilans.
Tracing ini dilakukan sebagai upaya meminimalisir penyebaran virus Corona dari pasien positif di lingkungan masyarakat. Petugas juga telah melakukan penyemprotan disinfektan disekitar rumah pasien 08 yang meninggal dunia tersebut. (man)







