SOROTMAKASSAR -- Luwu Utara.
Bupati Luwu Utara (Lutra), Hj. Indah Putri Indriani meninjau bangunan milik PT Olam Kakao, yang dipersiapkan Kepala Desa Batu Alang untuk Orang Tanpa Gejala (OTG) mandiri untuk pusat karantina warga dari luar, terutama dari wilayah zonah merah.
Melalui peninjaun ini Bupati Lutra Indah Putri Indriani didampingi Kepala Dinas (Kadis) Sosial, Kepala Desa (Kades) Batu Alang Kecamatan Sabbang Selatan (Sabsel), Ketua BPD Batu Alang, Bhabinsa, Babinkamtibmas, serta tokoh masyarakat dan agama.
Setelah meninjau lokasi, Bupati Lutra mengapresiasi Kepala Desa Batu Alang yang akrab disapa Phupus menyiapkan langsung rumah isolasi yang diserahkan PT Olam untuk masyarakat Batu Alang yang datsng dari luar desa.

“Jadi saya bangga dan mengapresiasi Pemdes Batu Alang yang langsung merespon instruksi kami dan tak tanggung-tanggung nyiapkan bangunan milik PT Olam untuk isolasi mandiri yang sudah permanen dan posisinya strategis agak jauh dari rumah penduduk dan dekat pinggir jalan," tutur Bupati pada wartawan media ini melalui jejaring WhatsApp-nya, Sabtu (25/4/2020).
Bupati Lutra juga menilai tempat ini sangat ideal, karena agak jauh dari pemukiman warga karena gedungnya kira-kira ada 50 meter dari jalan.
“Tentunya standart isolasi mandiri sesuai protokol Covid-19 itu kita terapkan, mereka tidak berinteraksi ke luar, dia juga harus menggunakan masker, mengerjakan sesuatu secara mandiri. Kemudian jaga jarak, kalau kita mengantar makanan kita taruh di suatu tempat, dia mesti mengambil sendiri, kemudian yang mengantar pun harus pakai sarung tangan dan sebagainya, pakai masker, makan sendiri, selesai kembalikan sendiri,” jelas Indah memberi semangat kepada setiap Kepala Desa di Lutra untuk siapkan gedung isolasi mandiri.

Indah juga menyampaikan bahwa, saat ini tim gugus tugas sedang melakukan tracking atau pelacakan terhadap yang umumnya berhubungan erat dengan santri cluster asal Lutra dengan keluarganya dan yang sempat kontak dengan santri dari cluster Temboro.
Sementara itu Kades Batu Alang yang selalu akrab disapa Phupus menjelaskan, sejumlah relawan desa dan tenaga medis akan dipersiapkan untuk memperketat pergerakan dan kondisi orang yang masuk di Desa Batu Alang dan Desa Bone Subur.
"Untuk memutus rantai Corona ini, seluruh kebutuhan warga, relawan, dan tenaga medis selama berada di rumah isolasi tersebut disiapkan Pemerintah Desa yang bersumber dari Dana Desa," tutur Phupus kepada wartawan media ini, seraya menambahkan sekadar diketahui masyarakat Desa Batu Alang 99,9% warga Bugis.
Diakui sudah empat hari dipersiapkan rumah isolasi, tapi belum ada penghuninya. "Namun, kami tetap pantau pergerakan warga dari luar, seperti keluarga dari tana Bugis. (yustus)







