SOROTMAKASSAR -- Belopa.
Bupati Luwu, Basmin Mattayang menepis isu miring yang saat ini menerpa pemerintahannya bersama Wakil Bupati Luwu, Syukur Bijak.
Dikatakan, isu miring tersebut menyebut bahwa dirinya menganaktirikan wilayah Walmas. Pemerintahan Basmin juga disebut hanya menyiapkan anggaran pembangunan untuk enam kecamatan di Walmas sebesar Rp 5 miliar.
“Akhir-akhir ini, saya dan Pak Syukur Bijak diterpa isu, katanya kami anaktirikan Walmas. Hanya memberikan anggaran pembangunan sebesar Rp 5 miliar di APBD tahun 2020. Saya katakan ini tidak benar,” ujar Basmin, Minggu (1/3/2020).
Basmin menjelaskan, total anggaran melalui APBD pokok 2020 untuk pembangunan fisik di Walmas mencapai Rp30 miliar lebih. “Ini baru fisik, anggaran untuk di Walmas sudah mencapai Rp 30 miliar lebih. Saya sebutkan satu contohnya, pembangunan Lapangan Palempang Batusitanduk menelan anggaran Rp 9 miliar, belum lagi kegiatan lainnya,” sebut Basmin.
Basmin juga menekankan agar semua pihak tidak meragukan keseriusannya dalam membangun Walmas, termasuk keinginannya agar Walmas secepatnya bisa menjadi DOB Kabupaten Luwu Tengah.
“Jadi tidak ada anak tiri. Perlu diketahui saya ini salah seorang tokoh perjuangan Walmas, dari 2 kecamatan saya mekarkan jadi 6 kecamatan, tujuannya untuk persiapan Luwu Tengah, bahkan dulu saya bentuk badan pengelola Walmas, karena ini embrio cikal bakal sebagai kantor Bupati Luwu Tengah nantinya,” ujarnya.
Semua pihak diharapkan tidak menjadikan Walmas sebagai ajang politik. “Jangan sampai ini masuk dalam agenda politik, saya tekankan ini masih terlalu jauh, black campaign masih terlalu jauh,” katanya.
Senada itu, Kepala Bappeda Luwu, Muhammad Rudi mengatakan, dana APBD Luwu 2020 sangat besar ke Walmas, nilainya mencapai Rp30 miliar. Di antara item itu, Lapangan Palempang Batustanduk, irigasi, jalanan dan kantor camat. “Lebih mudah lagi melihat di website PTSE semua ada di situ secara terbuka,” kata Rudi.
Pernyataan Rudi tersebut menguatkan pernyataan Bupati Basmin terkait perhatian Pemkab Luwu yang dinilainya tidak menganaktirikan daerah utara, yakni Walmas. “Alokasi anggaran di Luwu merata, jadi tidak benar anggaran ke Walmas kecil,” katanya. (syahrir)








