SOROTMAKASSAR -- BONE.
Warga penggunan jalan yang kerap melintasi jalan poros nasional Makassar - Bone, mendesak anggota DPR RI asal Dapil II Sulsel untuk memperjuangkan pelebaran jalan di beberapa titiknya.
Warga menganggap dibeberapa titik jalan sudah sangat mendesak untuk dilakukan pelebaran, seperti di wilayah Kappang, yang sangat susah untuk dilalui kendaraan tonase besar secara berpapasan.

Bahkan, di beberapa titik tersebut, rawan terjadi kemacetan. Terlebih bila ada kendaraan yang mogok, sedang wilayah itu merupakan daerah tanjakan. Sehingga butuhkan waktu berjam-jam melewatinya.
Salah seorang sopir angkutan umum Sinjai-Makassar, Akbar mengatakan, pelebaran beberapa titik jalan nasional itu, sudah harus dilakukan. Pasalnya, pada pertengahan tahun 2019 lalu, di titik rawan itu, pernah terjadi kemacetan hingga lima jam, karena ada mobil pengangkut BBM yang mogok, sehingga harus antre untuk lewat.
"Parahnya lagi, saat terjebak macet, kondisinya sudah malam dan hujan lebat serta angin kencang. Semua penumpang dalam kendaraan merasa cemas dan takut adanya longsor atau pohonan tumbang," katanya.
Bambang, seorang sopir penumpang Sinjai-Makassar lainnya menambahkan, telah sering terjebak macet di titik ruas jalan poros tersebut.
"Selaku pengguna jalan yang setiap hari melewati jalan itu, mendesak wakil rakyat di DPR RI yang berasal dari Dapil II Sulsel, melakukan tindakan untuk memperjuangkan pelebaran jalan," katanya.
Kemudian, salah seorang pengguna jalan yang berprofesi sebagai Pedagang di Pasar Sentral Sinjai, Kaharuddin mengatakan, titik jalan poros yang rawan macet, karena badan jalan diapit gunung batu dan kondisinya sudah berlangsung cukup. Maka, sudah sangat perlu melakukan pelebaran jalan menggunakan dana APBN secara bertahap. (ila/yahya/red)








