SOROTMAKASSAR -- Luwu Utara.
Pengabdian sebagai Panitia Pemungutan Suara (PPS) di wilayah Kabupaten Luwu Utara (Lutra), Sulawesi Selatan, kini kurang diminati. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Lutra membuka pendaftaran calon anggota PPS di 15 kecamatan sejak beberapa hari lalu, hingga Minggu (23/2/2020), jumlah peminat sangat minim.
Anggota KPU Lutra, Rahmat kepada media ini, Minggu (23/2/2020), menyebutkan, pendaftar di Kecamatan Seko baru satu orang (laki-laki) di Desa Tanamakaleang, di Kecamatan Rampi 1 orang (perempuan) di Desa Onondowa.
"Dari Kecamatan Bone-Bone agak banyak peminat, berjumlah 11 orang yang terdiri 6 perempuan dan 5 laki-laki," kata anggota KPU Divisi Parmas dan SDM tersebut.
Sesuai rekap laporan pendaftaran calon PPS di Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Lutra 23 September 2020, masih ada desa masih kosong peminat di 15 kecamatan.
Sejumlah desa belum ada peminat, masing-masing Desa Batu Alang (Kecamatan Sabbang Selatan), Desa Baloli dan Lapapa (Kecamatan Masamba), Desa Hasanah (Mappedeceng), Desa Sumber Wangi,Desa Girikusuma, Ladongi, Pattimang, Pettalandung, Putemata, Salekoe, Tingkara dan Desa Tolada (Malangke), sedangkan di Kecamatan Malangke Barat, yakni Desa Limbong Wara dan Desa Wara.
Selanjutnya, Desa Banyuwangi dan Desa Paomajang (Kecamatan Sukamaju Selatan), Desa Wonosari (Sukamaju), Desa Lawewe, Mekarsari Jaya dan Mukti Jaya (Baebunta Selatan). Kemudian, Desa Poreang dan Sidobinangun (Tana Lili), Desa Marampa dan Pengkendekan (Rongkong).
Untuk memaksimalkan sisa waktu pendaftaran, Rahmat berharap, desa yang tidak ada peminatnya sudah bisa terisi. "Biasanya peminat membludak pada hari-hari terakhir, seperti pendaftaran PPK bulan lalu," ujarnya.
Kabupaten Lutra mencakup 173 desa/kelurahan yang tersebar di 15 Kecamatan. Setiap desa 3 anggota PPS sehingga dibutuhkan 519 orang.
Rekrutmen PPS kali ini dilakukan secara terbuka untuk umum. Siapa saja yang memenuhi kriteria seperti yang telah ditetapkan, dapat ikut serta berpartisipasi menjadi penyelenggara ad hoc tersebut. (yustus)








