SOROTMAKASSAR — MAKASSAR, Lurah Gunungsari Ahmad Abubakar menyebut kolaborasi antara Koperasi Merah Putih dan Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) menjadi kekuatan utama Kelurahan Gunungsari, Kecamatan Rappocini, Kota Makassar, dalam menghadapi penilaian Lomba Kelurahan Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan. Sinergi tersebut difokuskan pada pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai bagian dari tematik ketahanan nasional yang menjadi indikator penilaian.
Menurut Ahmad Abubakar, Koperasi Merah Putih tidak hanya hadir sebagai lembaga ekonomi, tetapi juga berperan mendukung pengembangan UMKM melalui pendampingan perizinan, penguatan merek, hingga pemasaran produk. Sementara itu, pembinaan terhadap pelaku usaha dilakukan oleh Tim Penggerak PKK Kelurahan Gunungsari.
"Peran Koperasi Merah Putih di sini dikaitkan dengan pengembangan UMKM. Jadi koperasi tidak berjalan sendiri, tetapi berkolaborasi dengan PKK sesuai tugas masing-masing," kata Ahmad di Baruga Kelurahan Gunungsari, kawasan Tala'salapang II, Makassar, Jumat (24/7/2026).
Ia menjelaskan, saat ini terdapat 13 UMKM binaan PKK yang menjadi bagian dari program unggulan kelurahan. Kehadiran koperasi memperkuat aspek legalitas usaha, branding, hingga perluasan akses pemasaran sehingga pengembangan ekonomi masyarakat menjadi lebih terintegrasi.
Karena itu, kata Ahmad, pengembangan UMKM menjadi salah satu fokus utama Kelurahan Gunungsari dalam menghadapi lomba tingkat provinsi tersebut.
Persiapan menghadapi penilaian, lanjut dia, telah mencapai sekitar 90 persen. Pembenahan yang masih dilakukan hanya menyangkut beberapa aspek teknis.
"Kegiatan ini kami persiapkan kurang lebih selama dua tahun, sejak 2024 hingga 2026," ujarnya.
Ahmad optimistis Gunungsari mampu menjadi wakil Sulawesi Selatan pada ajang tingkat nasional. Optimisme itu didasarkan pada kesiapan program yang telah dibangun sejak lama serta tingginya partisipasi masyarakat dalam mendukung seluruh indikator penilaian.
Menurut dia, tema ketahanan nasional yang diusung dalam lomba telah diimplementasikan melalui berbagai program di tingkat kelurahan. Dari sisi ketahanan keamanan, Gunungsari memiliki pos keamanan lingkungan (poskamling), shelter perlindungan perempuan dan anak, serta sejumlah fasilitas penunjang keamanan lainnya.
Sementara pada aspek ketahanan ekonomi, kolaborasi antara Koperasi Merah Putih dan Tim Penggerak PKK menjadi penggerak utama pemberdayaan masyarakat.
Meski petunjuk teknis Koperasi Merah Putih secara nasional belum diterbitkan, Ahmad mengatakan koperasi di Kelurahan Gunungsari telah beroperasi, termasuk melaksanakan rapat anggota tahunan.
Ia juga menyampaikan, dukungan Pemerintah Kota Makassar mengantarkan Kelurahan Gunungsari masuk dalam kategori kelurahan berkembang berdasarkan penilaian Kementerian Dalam Negeri.
"Atas dasar itu, kami optimistis bisa meraih juara di tingkat provinsi bahkan nasional karena indikator ketahanan nasional yang menjadi penilaian telah kami siapkan," kata Ahmad.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Bagian Pemberdayaan Masyarakat (BPM) Pemerintah Kota Makassar Andi Anshar berharap Kelurahan Gunungsari mampu meraih peringkat terbaik di tingkat provinsi hingga nasional.
Menurut Andi Anshar, keberhasilan sebuah kelurahan tidak hanya diukur dari pembangunan fisik, tetapi juga harus didukung data yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.
"Saya ingin melihat seluruh kelurahan di Kota Makassar seperti Gunungsari. Bukan hanya pembangunan fisiknya yang baik, tetapi juga didukung data yang valid. Fisik dan data harus berjalan seimbang," ujarnya.
Ia menambahkan, Pemerintah Kota Makassar mendorong seluruh kelurahan terus menghadirkan inovasi dan memperkuat ketahanan nasional sebagai bagian dari upaya mewujudkan Indonesia Emas 2045. (Hdr)


