SOROTMAKASSAR -- Sinjai.
Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Sinjai selaku Kuasa Bendahara Umum Negara selama triwulan I tahun 2021 telah menyalurkan dana APBN sebesar Rp 48,258l miliar atau 9,65% dari total pagu sebesar Rp 500.04 miliar.
Realisasi tersebut merupakan belanja pemerintah pada 23 Satuan Kerja (Satker) Kementerian/Lembaga (K/L) serta Dana Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) di Sinjai.
Kepala KPPN Sinjai, Anas Fazri saat ditemui di kantornya, Kamis (01/04/2021) menyanpaikan, penyaluran dana APBN di Kabupaten Sinjai masih didominasi oleh realisasi anggaran dari Satker kementerian/lembaga yaitu sebesar Rp 35,11 miliar atau 18,4% dari total pagu yang ada.
Sedangkan realisasi dari dana Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) baru mencapai Rp 13,14 miliar atau 4,25% dari total pagu Rp 307,19 miliar. Berdasarkan komponen belanjanya, penyerapan anggaran terdiri dari belanja pegawai sebesar Rp 24,90 miliar atau 24.34% disusul belanja barang sebesar Rp 9,33 miliar atau 22,72%, dan belanja modal sebesar Rp 891 juta atau 1,88%, serta Dana Desa sebesar Rp 13,14 miliar atau sebesar 18%.
“Kalau merujuk pada target realisasi sebesar 15% pada triwulan I yang ditetapkan dalam Indikator Kinerja Pelaksanaan Anggaran (IKPA), Satker di Sinjai sudah di atas target, namun masih belum berhasil memenuhi komitmen Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Sulsel yaitu sebesar 25% pada triwulan I,” kata Anas Fazri.

Belum tercapainya target penyerapan dana APBN sebesar 25% tersebut dipengaruhi oleh rendahnya penyerapan belanja modal, dimana tahun ini terdapat alokasi dana untuk pembangunan Pelabuhan Kambuno yang sampai saat ini belum bisa direalisasi sebagai akibat belum keluarnya ijin reklamasi.
Khusus dana TKDD lanjut Anas, terdiri dari alokasi DAK Fisik sebesar Rp 234,16 miliar dan Dana Desa sebesar Rp 73,027 miliar. Sedangkan yang sudah disalurkan baru untuk Dana Desa tahap I yaitu sebesar Rp 13,14 miliar.
"BLT Desa tetap menjadi kebijakan pemerintah dengan memberikan bantuan tunai sebesar Rp 300 ribu per bulan selama 12 bulan. Saat ini baru tersalurkan BLT di 39 Desa. Artinya di Sinjai masih terdapat 28 Desa yang belum salur BLT Desa akibat APBDes terlambat ditetapkan. Jika BLT sudah tersalurkan seluruhnya, maka 9.317 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) akan menerima BLT untuk 3 bulan sekaligus," jelasnya.
Selain Dana Desa, diharapkan segera disalurkan DAK Fisik dengan memenuhi dokumen persyaratannya seperti dokumen kontrak dan hasil reviuw dari APIP. Apalagi alokasi DAK Fisik di Sinjai merupakan yang terbesar di Sulsel sehingga angat potensial untuk menggerakkan roda perekonomian di Sinjai.
Keberpihakan Kepada UMKM
Serapan anggaran sebesar Rp 48.258.158.412 di Kabupaten Sinjai diharapkan mampu meningkatkan konsumsi barang dan jasa di Sinjai, khususnya belanja barang yang sebagian besar merupakan biaya operasional kantor, dan diharapkan dapat membantu UMKM yang ada di Sinjai.
Pemerintah juga sudah menggulirkan kredit untuk usaha mikro UMi yang tidak memiliki akses ke Perbankan. Namun sayangnya di Sinjai belum banyak yang memanfaatkan kredit UMi ini. Dari data yang kami miliki baru 120 debitur yang memanfaatkan kredit UMi dengan nilai penyaluran kredit Rp 441,5 miliar.
Serapan APBN Triwulan I 2021 ini, Anas akan terus melakukan monitoring dan evaluasi pelaksanaan anggaran pada setiap satuan kerja serta Pemda.
“Tahun 2020 kemarin terbukti APBN bekerja sangat keras mengatasi dampak pandemi Covid-19, tahun ini pun masih sangat bergantung pada kinerja APBN kita,” jelas Kepala KPPN Sinjai, Anas Fazri. (AaN)








