Buat: Prof. Dr. Andi Suriyaman Mustari Pide, S.H., M.H.
Karya Rusdin Tompo*
Aku mengenalmu sebagai akademisi
Dari ruang kelas yang mengajarkan hukum adat
Dirimu merawat adab budaya supaya terjaga kuat
Dua jalur dalam satu tarikan napas
Bukan rute yang silang bersimpang
Melainkan harmoni hukum yang kau hidupkan dalam budaya
Biar menjelma kompas
Tak lemah diperalat
Sekadar alas lalu terhempas jadi ampas
Bagimu: Taro Ade' Taro Gau
Aku mengenalmu sebagai pelestari tradisi
Kau tak hanya merapalkan teori dan teks hukum mati
Namun mendaraskan pangngadereng dalam laku yang tak jemu-jemu
Bagai mereka yang massureg I La Galigo
Betapa fasihnya kudengar
Bahasanmu tentang siriq na pesse
Betapa gurihnya pengetahuanmu tentang sistem kekerabatan, perkawinan, dan waris adat Bugis
Betapa mempesonanya ketika ulasan tanah adat kau padatkan menyatu hukum agraria
Kau bukan hanya pengajar tetapi seorang pembelajar
Sebab itulah identitasmu
Sebagai panrita perawi ilmu
Dari kampus merah dirimu hadir cerah
Riang meruang menjangkau semesta kebajikan
Terus tumbuh tidak sebagai menara gading
Dengan manfaat yang kental terasa di sekeliling
Serupa santan kelapa penyedap hidup
Kau melanglang tetapi senantiasa ingat pulang
Pada tanah leluhur bukan sekadar kenangan
Di Sao Mario muruah keluarga berpendar
Itu adalah rumah kejayaan
Madrasah kehidupan
Musuem perjalanan
Ikon martabat
Saksi yang telah jadi prasasti
Dan di sini di Masagena
Dalam peluk dingin Malino
Puisi sederhana kutulis pada batang pinus
Semoga usiamu berkah maslahat bagi sesama
Selamat Ulang Tahun.
Malino, 27 Juli 2026
*) Rusdin Tompo, lahir di Ambon, 3 Agustus 1968, merupakan Koordinator Satupena Sulawesi Selatan. Penulis, penyair, dan penggiat literasi, yang sudah menerbitkan beberapa buku kumpulan puisi. Namanya tercantum dalam buku "Apa dan Siapa Penyair Indonesia", terbitan Yayasan Hari Puisi Indonesia, 2017. [rk]


