Buku "Kamar Pertemuan Seniman" Resmi Jadi Koleksi Perpustakaan Unhas

SOROTMAKASSAR – Makassar. Sebagai upaya merawat arsip sejarah dan mendukung materi literasi, buku Kamar Pertemuan Seniman resmi didonasikan menjadi koleksi Perpustakaan Universitas Hasanuddin (Unhas). Donasi diserahkan langsung oleh salah satu editor buku, Rusdin Tompo, kepada Sekretaris Perpustakaan Unhas, Anshar Saud, pada Rabu, 20 Mei 2026, bertepatan dengan Pekan Literasi Buku dalam rangka Hari Buku Nasional 2026.

​Buku terbitan De La Macca (April 2026) yang disunting oleh Rusdin Tompo bersama Dr. Nurlina Sjahrir, M.Hum., ini merekam dinamika kesenian penting di Sulawesi Selatan pada tahun 1969.

Kronologi Penerbitan & Nilai Sejarah

​Inisiasi penerbitan bermula saat Goenawan Monoharto (Owner Penerbit De La Macca) memperlihatkan salinan naskah kuno setebal 40 halaman A4 berjudul "Memorie dari Benteng Udjung Pandang, 29 Djuni 1969: KAMAR PERTEMUAN SENIMAN". Menyadari naskah berharga tersebut belum pernah diterbitkan, mereka sepakat untuk membukukannya.

Buku ini bernilai sejarah tinggi karena berhasil mendokumentasikan:

Visi Para Tokoh: Merekam pemikiran tokoh intelektual, budayawan, seniman, dan jurnalis kawakan Sulsel era 1960-an.

Dukungan Pejabat: Memuat sambutan Gubernur Achmad Lamo dan Walikota HM Daeng Patompo yang kala itu mencanangkan Makassar sebagai kota budaya.

Pemateri & Penanggap Ragam Bidang: Menghadirkan gagasan tertulis dari panelis utama seperti Mattulada, Hamzah Daeng Mangemba, Henk Rondonuwu, dan Arsal Alhabsi, serta respons tertulis dari sejumlah tokoh pengkritik/penanggap.

Sosok Pemrakarsa: Kegiatan orisinil tahun 1969 tersebut diprakarsai secara personal oleh Moh. Anis, seorang seniman sekaligus wartawan/Pemimpin Umum SKM Mimbar Karya.

Cikal Bakal Dewan Kesenian Makassar (DKM)

​Esensi terpenting dari peristiwa Kamar Pertemuan Seniman 1969 ini adalah menjadi pemantik awal lahirnya Dewan Kesenian Makassar (DKM) yang resmi dibentuk pada 25 Juli 1969 (beberapa bulan setelah Dewan Kesenian Jakarta). Lembaga ini lahir di tengah friksi kelompok seni yang kala itu berafiliasi dengan aliran politik.

​Dari deretan tokoh dan seniman besar yang menandatangani piagam pembentukan DKM pada saat itu, saat ini hanya aktor/seniman senior Aspar Paturusi yang masih hidup dan menjadi saksi sejarah yang tersisa.(*raka)

Politik

Pendidikan

Opini

Kuliner Nusantara

Newsletter

WWW.SOROTMAKASSAR.COM

Taman Telkomas, Jln Satelit IV No. 64 Makassar, Sulawesi Selatan.
Telp/HP : 0411-580918, 0811448368, 082280008368.

Jln Sultan Hasanuddin No. 32 (Kembang Djawa) Makassar, 
Sulawesi Selatan. Telp/Hp : 0811446911. 

Copyright © 2018 SOROTMAKASSAR.COM. All Rights Reserved.

REDAKSIDISCLAIMER | IKLAN