SOROTMAKASSAR - Toraja Utara.
Bupati Toraja Utara Yohanis Bassang mengusir tiga wartawan dari ruang rapat Koordinasi antara Pemda dan Kejari Tator saat meliput acara yang berlangsung di kantor Bupati Toraja Utara Marante. Ketiga wartawan yang di usir, Mail dari TVRI, Albertinus dari harian Palopo Pos dan Joni dari Jurnaltivi.com serta satu lagi wartawati yang terlambat dan belum masuk ruangan dari Kabar News Online.
Ketiga wartawan yang sudah berada dalam ruangan untuk mengambil sambutan Kajari dalam rapat kordinasi bersama kejaksaan, tiba tiba wartawan ditanyai dan disuruh keluar oleh Bupati dari ruangan rapat Koordinasi Kantor Bupati Marante Kamis, 03 Juni 2021, dari pengusiran itu ketiga wartawan tersebut merasa kesal dan keluar dari ruangan rapat kordinasi.
"Kami bertiga datang bersama untuk lakukan liputan kegiatan Kejari, melihat pintu ruangan rapat terbuka kami masuk dalam ruangan dan belum sempat duduk, Bupati langsung bertanya pada kami yang saat itu kajari sementara memberikan sambutan. Atas pertanyaan bupati kepada kami, salah satu rekan menjawab bahwa dari media, bupati pun kembali bertanya media mana, saya pun jawab dengan santun dari jurnaltivi.com, dan Bupati langsung katakan wartawan keluar dulu, kata Joni.
Sambung Joni, Saat Bupati Yohanis Bassang suruh wartawan keluar, sambutan Kajari sempat terhenti dan mengagetkan peserta rapat akibat pengusiran wartawan dan kami bertiga langsung keluar dari ruangan. Saat kami masih berada di area kantor dan duduk di dekat kolam kantor Bupati, tiba tiba satpol pp memanggil kami dan kami menolak lagi untuk naik karena kesal, dan untuk apa, kalau wartawan tivi tidak ada lagi yang bisa diliput secara visual, kesalnya.
Saat kami menolak, Satpol PP naik kembali menyampaikan ke bupati, tidak lama kemudian kembali memanggil, karena pak kajari yang memanggil, kamipun bertiga naik kembali untuk wawancara. Seharusnya ada petugas atau pihak kominfo menjelaskan bahwa didalam acara pertemuan tertutup yang tidak bisa diliput karena urgen, supaya wartawan tidak masuk. Kalau tertutup kenapa pintu mesti terbuka, kalau terbuka kenapa mesti tertutup, ungkap Joni.
Sementara ketua DPRD Nober Rantesiama, SE, saat di temui dan dimintai tanggapannya terkait pengusiran wartawan di kantor Bupati mengatakan, kalau kejadian pengusiran wartawan itu betul, bupati sangat keliru dan tidak memahami fungsi dari pada media, "Wartawan itu jadikan mitra bagian dari Pemerintah dan siapa saja, orang sukses karena wartawan, orang jatuh karena wartawan, jadi mari kita hormati profesi wartawan, karena merekalah yang menjadi corong pemerintah ke masyarakat, " kata Nober. (man) .








