Keluarkan Surat Edaran Baru, Januari 2021 Belajar Tatap Muka Belum Diizinkan

SOROTMAKASSAR -- Luwu Utara.

Bupati Luwu Utara (Lutra) Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), Indah Putri Indriani kembali menegaskan pelarangan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) secara tatap muka di sekolah selama pandemi Covid-19 yang semakin meningkat tajam di Lutra.


Penegasan ini tertuang dalam Surat Edaran Bupati Lutra terbaru, yang bernomor 360/347/BPBD/XII/2020 tentang Percepatan Penanganan dan Pengendalian Penyebaran Covid-19 yang ditujukan kepada pengelola satuan pendidikan se-Lutra.

Salah satu poin dalam surat edaran tersebut tertulis, pembelajaran tatap muka tetap ditiadakan/tidak diizinkan sampai ditetapkannya keadaan normal oleh Pemda atau Satgas Covid-19.

“Disampaikan bahwa proses belajar-mengajar tetap dilanjutkan dengan belajar dari rumah (secara daring), sedangkan pembelajaran tatap muka menunggu petunjuk lebih lanjut dari ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Lutra,” jelas Indah Bupati perempuan pertama di Sulsel yang terpilih kembali untuk periode kedua hasil Pilkada serentak belum lama ini.

Namun, Indah, panggilan akrab Bupati Lutra, masih akan meninjau kembali di bulan Januari ini. Ia tak ingin terburu-buru menerapkan sekolah tatap muka karena corona virus mengalami peningkatan tiap hari.

"Untuk wilayah yang masih dalam zona hijau, kemungkinan sekolah tatap muka bisa dilakukan," tambahnya.

Ditemui terpisah, anggota DPRD Lutra, Paulus Palino kepada wartawan media ini menyatakan dukunganya terhadap surat edaran terbaru Bupati Lutra tersebut. Menurutnya, angka kasus baru Covid-19 yang terus meningkat tajam memang harus menjadi perhatian pemerintah sebelum menerapkan KBM tatap muka di sekolah.

“Kita harus melihat ada penurunan kasus baru dan tanda-tanda menurun sebelum kembali membuka sekolah untuk proses belajar-mengajar. Jangan ambil risiko sekecil apapun apalagi ini menyangkut keselamatan generasi bangsa kita ke depan,” kata Paulus Palino.

Ia melihat, naiknya kasus baru setiap hari di Lutra, disebabkan masyarakat menganggap bahwa kondisi telah normal dari wabah atau tidak disiplin ikuti protokol kesehatan, misalnya tidak memakai masker. Padahal, sama sekali pandemi Covid-19 belum berakhir hingga kini.

“Ini yang membuat kita teledor sehingga angkanya terus signifikan naik. Di tengah pemerintah sibuk menerapkan protokol kesehatan, masyarakat malah menangkap bahwa kondisi sudah normal dari wabah,” terang Paulus Palino.

Politisi Partai Gerindra ini juga mengkritisi perubahan istilah-istilah dalam penanganan pandemi Covid-19 oleh pemerintah. Hal ini tidak menjamin penanganan lebih baik akan virus mematikan tersebut. Masyarakat mestinya terus diedukasi sehingga dalam masa pandemi corona virus yang meningkat tajam pasca Pilkada, tetap disiplin mengikuti dan menerapkan protokol kesehatan salah satunya tetap memakai masker, hindari kerumunan banyak orang.(yus)

Politik

Pendidikan

Opini

Berita Makassar

Kuliner Nusantara

Newsletter

WWW.SOROTMAKASSAR.COM

Taman Telkomas, Jln Satelit IV No. 64 Makassar, Sulawesi Selatan.
Telp/HP : 0411-580918, 0811448368, 082280008368.

Jln Sultan Hasanuddin No. 32 (Kembang Djawa) Makassar, 
Sulawesi Selatan. Telp/Hp : 0811446911. 

Copyright © 2018 SOROTMAKASSAR.COM. All Rights Reserved.

REDAKSIDISCLAIMER | IKLAN