Laporan: Nur Halisa
(Mahasiswa Ilmu Administrasi Negara Unismuh Makassar)
SOROTMAKASSAR -- Luwu.
Arpadil, merupakan sosok remaja desa yang patut diacungkan jempol atas inisiatifnya mengajari anak-anak tajwid Al-Qiran di l Desa Puty, Kecamatan Bua, Kabupaten Luwu.
Pria kelahiran Kandoa Luwu, 29 Februari 2004 ini, mengajarkan tajwid dua kali sepekan, sesudah salat Ashar di Masjid Baitul Hijrah di desa itu.
Kepada media Ahad (20/12/202), Arpadil mengatakah, mengamati kondisi di Desa Puty, banyak anak anak telah menyelesaikan belajar mengaji di tempat masing-masing, namun pengucapan tajwid yang perlu lebih di tingkatkan lagi.
Kegiatan mengajar tajwid telah bejalan lebih dari tiga pekan, dengan menjadi pemandu materi dengan menggunakan peralatan seadanya seperti menggunakan buku sebagai penganti papan tulis dan beberapa buku tajwid.
"Meski demikian, tidak menjadi halangan bagi mereka yang ingin belajar," kata Arfadil.
Dikatakan, inisiatif mengajak anak anak belajar tajwid dengan benar, tidak mudah baginya untuk menarik perhatian anak-anak itu. Karena, anak-anak lebih mementingkan bermain di bandingkan untuk belajar.
Tetapi sebelum menjalankan programnya, dia terlebih dahulu melakukan sosialisasi kepada anak-anak desa tentang pentingnya belajar tajwid yang benar.
"Pengajaran tajwid ini jadi motivasi kepada anak-anak agar ke depan dapat memperhatikan cara pengucapan tajwid dengan baik dan benar," jelasnya.
Kegiatan yang dilakukan Arpadil, sangat di dukung Imam Masjid Baitul Hijrah, Irsal, sehari-hari adalah di desa itu. Menurutnya, kegiatan seperti ini harus dilestarikan agar anak-anak desa dapat lebih lancar membaca Al-Quran secara benar, dengan tetap memperhatikan tajwid bukan sekedar dibaca saja.
Keterampilan mengajar tajwid bagi Arpadil diperoleh melalui organisasi yang di masuki saat di SMP dan SMA, yaitu mulai ROHIS (Rohani Islam) FORMADAI (Forum Dai Muda Islam Palopo) dan LKPI (Lingkaran Pelajar Kajian Indonesia)
Dia mulai mengajar tajwid pada kelas IX SMP sampai sekarang, namun baru sekitar tiga pekan lalu, Arpadil baru memberikan ilmunya kepada anak-anak yang ada di Desa Puty.








