SOROTMAKASSAR -– MAKASSAR, Sinergitas TNI dan Polri kembali terlihat dalam penanganan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Kota Makassar. Anggota Koramil 1408-04/Bontoala bersama Polsek Bontoala bergerak cepat merespons insiden pengeroyokan terhadap tiga pemuda yang terjadi di perempatan Jalan Tinumbu Raya, perbatasan Kelurahan Parang Layang dan Kelurahan Bunga Ejaya, Kecamatan Bontoala, Senin (20/7/2026) malam.
Peristiwa yang diduga dipicu kesalahpahaman tersebut bermula saat tiga pemuda asal Panciro, Kabupaten Gowa, datang ke kawasan Jalan Tinumbu untuk menemui seseorang dengan tujuan menyelesaikan persoalan lama secara damai. Namun, situasi berubah setelah terdengar teriakan "geng motor" yang memicu kepanikan warga hingga berujung aksi pengeroyokan.
Menerima laporan masyarakat, anggota Koramil 1408-04/Bontoala bersama personel Polsek segera menuju lokasi untuk mengendalikan situasi. Aparat gabungan langsung mengamankan tempat kejadian perkara, menenangkan warga, sekaligus melakukan langkah-langkah penyelamatan terhadap para korban yang sempat berlindung di lorong permukiman.
Melalui koordinasi yang solid, aparat berhasil mengevakuasi para korban melalui jalur belakang permukiman guna menghindari amukan massa. Berkat kesigapan personel di lapangan, situasi yang sempat memanas dapat dikendalikan hingga kembali aman dan kondusif.
Dalam kejadian tersebut, Muh. Yusri Yusuf (21) dan Mifta (17) mengalami luka akibat pengeroyokan, sedangkan Haerul (20) berhasil diselamatkan. Sementara itu, satu unit sepeda motor milik korban turut diamankan sebagai bagian dari proses penyelidikan.
Pasca-kejadian, sinergi TNI-Polri tidak hanya difokuskan pada penanganan korban dan pengamanan lokasi, tetapi juga pada upaya penegakan hukum. Polsek Bontoala bersama Koramil 1408-04/Bontoala meningkatkan patroli di sejumlah titik rawan sekaligus melakukan penyelidikan untuk mengidentifikasi dan mengungkap pihak-pihak yang diduga terlibat dalam aksi pengeroyokan tersebut.
Langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen aparat dalam menjaga stabilitas keamanan wilayah, sekaligus mengantisipasi munculnya gangguan kamtibmas akibat informasi yang belum terverifikasi. Aparat juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi isu maupun teriakan yang dapat memicu tindakan main hakim sendiri.
Sinergitas yang terus dibangun antara Polri dan TNI di tingkat kewilayahan diharapkan mampu menciptakan rasa aman di tengah masyarakat, sekaligus memastikan setiap tindak pidana diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Aparat menegaskan akan terus melakukan pemantauan dan pengembangan penyelidikan hingga seluruh pihak yang bertanggung jawab dalam peristiwa tersebut dapat dimintai pertanggungjawaban secara hukum. (*Rz)


