SOROTMAKASSAR - JAKARTA TIMUR.
Institut Nalanda secara resmi membuka penggunaan Gedung Balaputradewa di kawasan Cakung, Jakarta Timur, pada Minggu (02/08/2026). Mengusung tema "Nalanda Excellence in the Golden Era", peresmian fasilitas anyar ini merefleksikan komitmen institusi dalam meningkatkan kualitas sarana akademik guna melahirkan sumber daya manusia yang unggul dan berkarakter.
Sebelum prosesi inti dimulai, civitas akademika Nalanda menyelenggarakan tradisi dana makan siang bagi para Bhikkhu Sangha. Kehangatan acara ini turut dihadiri oleh Bhikkhu Sri Pannavaro Mahathera, Dirjen Bimas Buddha Kemenag RI Drs. Supriyadi, M.Pd., tokoh-tokoh penting seperti Gandi Sulistiyanto, Prof. Philip K. Widjaja, dr. R. Surya Widya, Sp.KJ, Romo Tan Tjoe Liang, serta Dr. Sutrisno, S.IP, M.Si., di samping perwakilan Kedutaan Besar India, pimpinan ormas Buddhis, serta tamu undangan terhormat.
Beragam penampilan seni dan keagamaan memeriahkan susunan acara hari itu, mulai dari tari penyambutan mahasiswa, pembacaan Namakara Paṭha, menyanyikan lagu Indonesia Raya serta Mars Nalanda, hingga pelantunan syair Dhammapada. Rangkaian kegiatan berlanjut dengan sesi sambutan, penyerahan plakat penghargaan bagi para donatur, sajian musik dari Nalanda Music, pemutaran kilas balik perjalanan institusi dan video pembangunan gedung, penyampaian anusāsanā, hingga puncak prosesi peresmian.

Ketua Yayasan Dana Pendidikan Buddhis Nalanda, Romo Tan Tjoe Liang, mengungkapkan rasa syukurnya karena peresmian gedung baru ini bertepatan dengan perayaan setengah abad perjalanan yayasan. Ia menaruh harapan besar agar Gedung Balaputradewa berfungsi optimal sebagai pusat studi sekaligus wadah pembinaan karakter berlandaskan Dhamma bagi generasi muda.
Terwujudnya fasilitas megah ini tentu tidak lepas dari sinergi berbagai korporasi besar yang bertindak sebagai sponsor utama, yakni PT Astra International Tbk, PT Indofood Sukses Makmur Tbk, Djarum Foundation, serta GAN Kapital Group. Dukungan fasilitas interior dan furnitur gedung juga disumbangkan secara kolaboratif oleh PT Triputra Agro Persada Tbk, Barito Pacific Group, PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk, bersama pihak Summarecon.
Rektor Institut Nalanda, Dr. Sutrisno, S.IP, M.Si, memaparkan bahwa kehadiran Gedung Balaputradewa dirancang untuk menyempurnakan ekosistem pendidikan terpadu di lingkungan kampus. Pemanfaatan ruang dibagi secara fungsional, di mana lantai pertama difungsikan untuk PAUD, lantai kedua menaungi sekolah dasar sekaligus ruang pascasarjana sementara, sedangkan lantai ketiga didedikasikan sepenuhnya sebagai area rektorat.
Dalam segmen kilas balik yang penuh nostalgia, pendiri Nalanda, dr. R. Surya Widya, Sp.KJ, mengenang kembali beratnya perjuangan merintis lembaga pendidikan ini sejak tahun 1976. Ia berkisah bagaimana yayasan berawal dari kesederhanaan dan berbagai keterbatasan sebelum akhirnya bertransformasi secara konsisten hingga menjadi Institut Nalanda yang mapan seperti sekarang.
Pada kesempatan yang sama, Dirjen Bimas Buddha Kementerian Agama RI, Drs. Supriyadi, M.Pd, mengapresiasi pembangunan gedung baru ini sebagai bentuk nyata pengabdian kepada negara melalui jalur pendidikan. Ia turut menyampaikan optimismenya agar Institut Nalanda terus berproses dan bertumbuh hingga kelak bertransformasi menjadi sebuah universitas resmi.
Makna historis yang mendalam turut diulas oleh Bhikkhu Sri Pannavaro Mahathera dalam sesi anusasana, di mana ia menjelaskan keterkaitan nama Balaputradewa dengan kejayaan Universitas Nalanda kuno di India. Ia mengingatkan kembali catatan sejarah tentang Raja Balaputradewa dari Kerajaan Sriwijaya yang pernah membangun sebuah vihara khusus bagi para pelajar Nusantara di kompleks universitas termasyhur tersebut.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa esensi pendidikan sejati tidak boleh hanya mengejar kecerdasan intelektual semata, melainkan wajib mencakup pembentukan moral, etika, spiritualitas, dan kebijaksanaan hidup. Peran kolaboratif antara keluarga, guru, dan dosen dalam membimbing peserta didik dengan landasan cinta kasih dinilai sangat krusial dalam mencapai tujuan mulia tersebut.
Puncak acara peresmian ditandai secara simbolis melalui pemotongan pita dan penandatanganan prasasti oleh Dirjen Bimas Buddha bersama Bhikkhu Sri Pannavaro Mahathera di hadapan para donatur serta tamu undangan. Suasana khidmat menyelimuti prosesi tatkala para anggota Sangha melantunkan paritta pemberkahan, disusul dengan tradisi pemercikan tirta paritta sebagai doa restu bagi Gedung Balaputradewa.
Kehadiran infrastruktur baru ini diharapkan mampu mendongkrak kapasitas Institut Nalanda dalam mencetak kader bangsa yang cerdas secara intelektual, luhur dalam karakter, serta teguh mengamalkan nilai-nilai Dhamma demi kemajuan peradaban masyarakat Indonesia. (*)
