New Normal, Komunikasi Langsung Tidak Efektif di Tengah Pandemi

Oleh : Shafira
(Mahasiswi Ilmu Komunikasi UMI Makassar)

Di saat pandemi Covid-19 merebak di seluruh negara yang mengancam seluruh dunia, upaya yang dilakukan pemerintah dalam pencegahan dan melawan penyebaran virus Corona yang semakin meluas, masyarakat diimbau bahkan dipaksa untuk tetap tinggal di rumah.

Walaupun beberapa negara sudah mulai pulih dari virus ini, namun sejumlah ahli memprediksi pandemi virus Corona atau Covid-19 bisa berlangsung lama. Tetapi upaya pemerintah terus akan mencegah dan semata-mata demi kepentingan negara.

Dengan menerapkan protokol kesehatan, masyarakat senantiasa waspada setiap ingin berpergian keluar rumah. Bukan hanya itu saja melainkan masyarakat pun wajib menggunakan masker, mencuci tangan, Social Distancing dan Pysical Distancing.

Beberapa sistem pendidikan yang berlangsung secara Online (Daring) ini pun berlangsung tidak efektif mengapa ? Karena proses pembelajaran hanya melalui via Whatshapp atau dengan aplikasi belajar lainnya. Tidak semua siswa bisa mengerti dan memahami. Itu saja dengan bertatap muka secara langsung kadang siswa tidak mengerti apalagi melalui online.

Sistem perekonomian juga mulai berjalan sedikit demi sedikit, tempat usaha, pedagang, bahkan tempat wisata telah dibuka dan masyarakat kembali melakukan pekerjaan mereka masing-masing walaupun tidak seperti dulu. Namun mereka tetap menerapkan protokol kesehatan yang telah pemerintah lakukan.

Proses komunikasi secara langsung yang dilakukan mulai berkurang dengan mengikuti kebijakan pemerintah dalam memutus mata rantai virus Corona atau Covid-19 tersebut. Bukan dengan hanya jaga jarak tetapi berkumpul dikeramaian pun dilarang. Interaksi sosial kini tidak berlangsung secara efektif karena mereka harus menjaga jarak ketika melalukan komunikasi.

Sebelum Covid-19 menyerang proses komunikasi secara langsung sangat efektif dalam menyampaikan informasi atau pesan kepada sesorang tanpa adanya gangguan, tetapi sekarang mulai berbeda dan harus dibatasi untuk melalukan pertemuan.

Sekarang proses komunikasi diganti dengan komunikasi melalui pesan online atau dengan menggunkan Whatshaap aplikasi chat lainnya dalam menghubungkan kembali komunikasi langsung yang tidak efektif. Akan tetapi dalam menyampaikan pesan secara online (daring) resikonya adalah gangguan/jaringan yang tidak memadai. Apalagi jika berada di sebuah desaa/ perkampungan yang jauh dari kota pasti harus mencari jaringan dan membeli paket internet diluar supaya proses komunikasi berjalan dengan baik tanpa ada gangguan.

Apa itu New Normal ?

New Normal adalah perubahan perilaku untuk tetap menjalankan aktivitas normal namun dengan ditambah menerapkan protokol kesehatan guna mencegah terjadinya penularan Covid-19. Prinsip utama dari new normal adalah dapat menyesuaikan diri dengan pola hidup.

Dengan diterapkannya New Normal dibeberapa kota, aktifitas kembali seperti semula untuk melakukan aktifitas dan perilaku yang baru berbasis pada adaptasi untuk membudayakan perilaku hidup bersih dan sehat inilah yang kemudian disebut sebagai new normal.

Cara yang dilakukan dengan rutin cuci tangan pakai sabun, pakai masker saat keluar rumah, jaga jarak aman dan menghindari kerumunan. Dengan kebiasaan baru ini harus menjadi kesadaran kolektif agar dapat berjalan dengan baik.

Dengan keadaan New Normal media cetak, online dan Jurnalis benar-benar dalam kondisi krisis. Oleh karena itu jurnalis pun harus memiliki jurus yang tepat dalam bekerja di masa sekarang. Ketika mereka harus benar-benar memakai stategi dalam mendapatkan narasumber walaupun tidak melalukan komunikasi langsung.

Keberadaan narasumber dalam memperkuat berita sangatlah dibutuhkan dan jurnalis perlu mewawancarainya bukan dengan tatap muka langsung tetapi dengan mendapatkan informasi melalui online/pesan. Tetapi tidak semua narasumber mau memberikan informasi apalagi hanya melalui pesan/telpon jika tidak bertemu langsung saja susah mendapatkan informasi.

Keberadaan media cetak dan online sangatlah penting walapun keduanya saling bersaing begitu pun dengan jurnalis sangat dibutuhkan ditengah-tengah masyakarakat agar jurnalis dan media bisa membantu melawan penyebaran kebohongan (Hoaks) seputar pandemi Covid-19. (***)

WWW.SOROTMAKASSAR.COM

Taman Telkomas, Jln Satelit IV No. 64 Makassar, Sulawesi Selatan.
Telp/HP : 0411-580918, 0811448368, 082280008368.

Jln Sultan Hasanuddin No. 32 (Kembang Djawa) Makassar, 
Sulawesi Selatan. Telp/Hp : 0811446911. 

Copyright © 2018 SOROTMAKASSAR.COM. All Rights Reserved.

REDAKSIDISCLAIMER | IKLAN