SOROTMAKASSAR - MAKASSAR, Suasana hangat menyelimuti Grand Ballroom Unhas Hotel & Convention pada Rabu (1/4/2026) siang. Kurang lebih 300 warga Perumahan Dosen (Perdos) Universitas Hasanuddin Tamalanrea bersatu padu dengan masyarakat dari kampung sekitarnya dalam perhelatan Halal Bi Halal yang penuh keakraban di jantung kampus Merah, Jl. Perintis Kemerdekaan.
Mengusung tema besar "Merajut Silaturahmi, Mempererat Persaudaraan dan Menguatkan Kebersamaan," acara dalam rangka Idul Fitri 1447 Hijriah ini dibuka dengan sesi santap siang yang santai. Suasana kian syahdu saat lantunan ayat suci Al-Qur'an dan selawat Nabi bergema merdu dari grup BKMT Unhas, menyejukkan hati para hadirin yang datang.
Ketua Panitia, Ir. Hj. Liestiaty Fachruddin, M.Fish, dalam laporannya mengungkapkan rasa syukur yang mendalam. Ia menyebutkan bahwa setelah hampir dua tahun vakum dari kegiatan tatap muka yang melibatkan massa besar, momen Halal Bi Halal tahun ini akhirnya menjadi pelepas rindu bagi seluruh penghuni Perdos Unhas Tamalanrea.
"Pertemuan kali ini terasa sangat istimewa karena pintu kami terbuka lebar tidak hanya untuk warga Perdos, tetapi juga merangkul masyarakat kampung tetangga. Keberhasilan acara ini adalah buah manis dari tangan dingin para donatur yang telah menyumbangkan dana hingga konsumsi agar kita semua bisa duduk bersama di sini," ungkapnya dengan nada bangga.
Rektor Unhas, Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc, yang hadir didampingi istri tercinta, memberikan apresiasi setinggi langit atas kerja keras panitia. Baginya, inisiatif ini merupakan langkah konkret untuk merajut kembali simpul-simpul kekeluargaan di antara warga akademik dan masyarakat sekitar.
"Di tengah dinamika Perdos yang terkadang diwarnai desas-desus atau prasangka kurang baik, saya mengajak kita semua untuk menyudahinya. Sebagai penghuni rumah Blok AB3, saya sangat berharap kita mengedepankan persatuan dan menjaga kerukunan di kompleks perumahan kita sendiri," ajak Prof. Jompa dengan gaya bicaranya yang lugas.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa harmoni harus dimulai dari lingkungan terkecil, yakni tetangga sebelah rumah hingga penduduk kampung penyangga. Baginya, kedamaian yang sudah lama terpelihara di Perdos Unhas harus menjadi standar emas atau role model bagi pemukiman lain di seantero Makassar.
"Karena kita menyandang nama besar Perumahan Dosen, maka keteladanan adalah sebuah keharusan. Untuk menjaga kesinambungan persatuan ini, saya mengusulkan Ibu Liestiaty Fachruddin untuk didaulat sebagai Ketua Paguyuban Warga Perdos Unhas Tamalanrea dan sekitarnya," ucapnya yang langsung disambut riuh tepuk tangan setuju dari seluruh hadirin.
Menutup arahannya, Prof. Jompa membawa angin segar terkait komitmennya menuntaskan masalah sertifikat kepemilikan tanah di Perdos. Ia juga menitipkan pesan agar warga selalu membuka diri dengan penduduk di wilayah perbatasan seperti Kampung Parang, Tambassa, Wessabbe, hingga Kapasa demi memperkuat jejaring sosial yang lebih luas.
Setelah rangkaian sambutan formal, suasana beralih menjadi lebih reflektif saat Ustadz H. Sulaiman Gosalam, M.Si., menyampaikan ceramah agama. Materi yang dibawakannya menitikberatkan pada pentingnya menjaga kedamaian dan menjadikan lingkungan tempat tinggal sebagai oase kerukunan yang patut dicontoh oleh masyarakat luas.
Di penghujung acara, Wakil Ketua Panitia, Nurfaidah Gagaring, tak mampu menyembunyikan rasa harunya. Kepada awak media, Istri dari Prof. Gagaring Pagalung ini mengaku bangga melihat antusiasme yang luar biasa, mengingat besarnya perhatian yang diberikan warga terhadap tradisi silaturahmi ini.
"Kehadiran tokoh-tokoh penting seperti Rektor Unhas, mantan Gubernur Sulsel Prof. Nurdin Abdullah, hingga para begawan kampus seperti Prof. Basri Hasanuddin, Prof. Dwia Aries Tina Pulubuhu, dan Prof. Warsinggih menunjukkan betapa solidnya hubungan warga yang bermukim di Perdos Unhas ini," tutup Nurfaidah dengan penuh semangat. (*)