SOROTMAKASSAR -- Luwu Utara.
Tahun 2020 ini, tepatnya 23 September, akan diselenggarakan pesta demokrasi dalam pemilihan Calon Bupati dan Wakil Bupati Luwu Utara (Lutra) lima tahun ke depan.
Bagi calon tampaknya mulai bisik-bisik tetangga ke pengurus partai pemenang Pemilu dan bahkan ada sebagian calon memberanikan diri telah memasang baliho di beberapa titik.
Seorang tokoh pemuda yang tidak mau ditulis namanya mengatakan, alangkah eloknya apabila Pilkada di Lutra nanti, figur calon Wakil Bupati dari kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang sangat mengerti dalam mengelola pemerintahan dan sangat paham nasib ASN.
Dijelaskannya, figur tersebut bukan asal ASN (pensiuna, red) tapi birokrat ulung dan senior yang mau dan mampu menerima keluhan dan masukan para stafnya.
Sementara itu, diluar lokasi tes SKD CPNS tokoh pemuda Sabbang mengatakan, untuk figur calon Bupati ada tiga syarat utamanya yakni tokoh, punya partai dan ada dana untuk sosialisasi ke tengah masyarakat. Apabila ketiga ini tidak dimiliki jangan bermimpi untuk meraih bintang di langit.
"Makanya, kita menginginkan figur bupati ke depan, profesional di segala sektor. Bukan Bupati yang kerjanya urus proyek terus untuk mendatangkan fee pribadi,” ungkapnya.
Tokoh pemuda itu, menekankan perlunya Bupati yang mampu bersinergi bagai mata uang yang tak dapat dipisahkan. Seperti antara eksekutif dan legislatif harus sejalan dan searah dalam rangka membuat suatu kebijakan dan menentukan anggaran, juga dalam menggerakkan pembangunan fisik maupun mental.
“Saya rasa calon dari kalangan birokrat sudah mengetahui situasi dan kondisi daerah karena mereka cukup lama bertugas dan mengabdi di daerah yang cukup potensi ini untuk dapat meningkatkan pendapatan asli daerah serta meningkatkan perekonomian rakyat juga pengembangan daerah khususnya bidang pembangunan infrastruktur, jalan, jembatan dan gedung perkantoran,” sebutnya.(yustus)