Siap Bangun Toraja Utara, Pither Ponda Kembalikan Formulir ke PDIP

SOROTMAKASAR -- Toraja Utara.

Pengacara kondang Pither Ponda Barany yang juga sebagai staf khusus Bupati Toraja Utara kini menyatakan sikapnya untuk maju dalam bursa pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Toraja Utara periode 2020-2024.

Pither Ponda lebih banyak waktunya di Toraja dan mengetahui kondisi permasalahan dan keinginan masyarakat, sehingga terpanggil untuk maju dalam bursa pilkada dengan mengembalikan formulir pendaftaran ke kantor DPC PDI Perjuangan Toraja Utara.

Staf khusus Bupati ini, sebelumnya mendatangi kantor DPC PDI Perjuangan ditemani keluarga mendaftarkan diri dan sekaligus mengembalikan formulir sebagai pendaftar ke-16 untuk calon Wakil Bupati kedepan, Jumat (13/09/2019) dan diterima langsung oleh pangurus PDIP Kudu Sarunggallo di sekertariat PDI Perjuangan Jln Monginsidi, Rantepao.

Usai pengembalian Formulir, Pither Ponda langsung melakukan jumpa pers kepada sejumlah wartawan di kantor PDIP, terkait atas pencalonannya dalam bursa Pilkada Toraja Utara.

Dalam keterangan persnya, Pither mengatakan, dirinya maju karena melihat kondisi persoalan di Toraja Utara cukup banyak, utamanya yang bersentuhan langsung dengan masyarakat belum terselesaikan, sehingga masyarakat belum dapat menikmati apa yang telah dijanjikan dan di gaungkan selama ini.

"Mekar untuk Sejahtera, padahal Toraja Utara sudah masuk dalam tahun ke-11 setelah memisahkan diri dengan Tana Toraja," tegas Pither.

Selain itu, kondisi ASN dan tenaga kontrak saat ini cukup memprihatinkan dan selalu jadi korban dalam politik praktis dengan dilakukan pergeseran jabatan, pemberian sanksi dan pemecatan terhadap ASN dan PHT oleh pemimpin terpilih akibat tidak mendukung pemimpin yang terpilih.

Lebih jauh Pither menambahkan, menghadirkan sosok pemimpin di Toraja Utara tentu yang berintegritas dalam pertemanan, keilmuan dan beriman. Karena Demokrasi ini dibangun dalam kesetaraan, menjunjung tinggi harkat dan martabat kemanusiaan dan dibangun dengan nilai-nilai kejujuran, taat pada hukum dan nilai-nilai adat serta budaya.

"Jika ini terwujud maka kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN) semakin membaik, demi wujudkan Good Government semakin nyata," kuncinya. (eman)