Mengenal Lebih Dekat Rektor Baru Unisa Palu


SOROTMAKASSAR -- Palu.

Tongkat estafet kepemimpinan Universitas  Alkhairaat (Unisa) Palu kini berganti. Dosen muda energik, Dr. Umar Alatas, S.Pi, M.Si diamanahkan memimpin Unisa periode 2019-2023.

Sebelumnya, kampus tertua di Sulawesi Tengah itu dipimpin oleh Dosen Universitas Tadulako (Untad), Dr.H. Hamdan Rampadio, SH, MH. Ia menjabat selama dua periode di kampus yang beralamat di Jalan Diponegoro, Palu itu. 

Dr. Umar Alatas, terpilih melalui rapat senat Universitas bulan Juli 2019. Dipundaknya kini disematkan harapan besar untuk mengembalikan kejayaan Universitas yang didirikan oleh Habib Idrus bin Salim Aljufri (Guru Tua), Ulama besar  kharismatik pendiri Alkhairaat, organisasi terbesar dikawasan Indonesia Timur.

Umar Alatas, adalah rektor ke sepuluh dalam sejarah Unisa. Pria berdarah Arab Bugis itu memiliki catatan karir akademik yang luar biasa. Ia mengawali karir dari Wakil Dekan Fakultas Perikanan. 

Usai Studi Doktoral dari Institut Pertanian (IPB) Bogor tahun 2014 Umar langsung diangkat sebagai Dekan Fakultas Perikanan. 

Kepada media ini, Sabtu, (31/08/2019). Ia menceritakan awal mula dirinya memutuskan bertarung memperebutkan kursi Rektor Unisa. 

Saat kepemimpinannya, yang masih tersisa satu tahun, Ia memutuskan maju sebagai kontestan pada pemilihan rektor setelah melihat hasil penjaringan bakal calon rektor, namanya terjaring dengan suara terbanyak dari sivitas akademika Unisa pada pemilu raya. 

Ia pun memutuskan maju sebagai calon Rektor dan akhirnya terpilih dalam rapat senat dengan meraih sembilan suara selisih tiga suara dengan pesaing beratnya Dr. Ahsan Mardjudo yang hanya meraup enam suara kala itu. 

Serta dua kandidat lainnya Dr. Agus Rahmat Lamakarate dan Dr. Muhammad Yasin masing-masing hanya  mendapatkan lima dan tiga suara.

Umar Alatas, Lahir di Wani, Donggala, tanggal 12 Juni 1972 . Ia menikah dengan St Rugaiyah Alhabsyi, keduanya dikaruniai dua orang putera. Sulung saat ini duduk di semester tiga Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia (UMI), Makassar. Sementara putera keduanya tengah mengenyam pendidikan di salah satu Pondok Pesantren di Jawa. 

Jenjang pendidikan strata satu (S1), Sarjana Perikanan diperolehnya di Fakultas Perikanan Universitas Alkhairaat (Unisa). Kemudian melanjutkan ke strata dua (S2) di Institut Pertanian Bogor (IPB), pada Program Studi Teknologi Kelautan. Selanjutnya pada almamater yang sama di tahun 2014 ia berhasil menyelesaikan studi doktoralnya pada Program Studi Teknologi Perikanan Tangkap.

Pakar Teknologi Perikanan Tangkap itu, pada tahun 2018 pernah ditugaskan selama tiga bulan sebagai Ketua Tim Analisis Nilai Investasi Cold Storage Asset Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Parigi Moutong. 

Selain itu juga pernah dipercayakan sebagai sebagai ketua tim Penyusunan Rencana Zonasi Teluk Tomini untuk kawasan Sulawesi Tengah, Gorontalo dan Sulawesi Utara pada tahun 2015.

Dibidang Penelitian dan Publikasi Ilmiah beberapa karya Umar Alatas, terpublikasi pada Jurnal Internasional, antara lain, Review on The Investment Evaluation of Department of Maritime Affairs and Fisheries Asset (Cold Storage) at Parigi Moutong Regency, Central Sulawesi, Indonesia.

Selain itu juga terpublikasi pada Journal of Sciences : Basic and Applied Research (IJSBAR) tahun 2014 volume 15, No.2, PP 245-256 ISSN 2307-4531 dengan topik Optimum Compositions of Fishing Units in Five Scenarios of Sustainable Fisheries in Palu dan Sustainability of Small Pelagic Fisheries in Palu. 

Terpublikasi juga pada Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia/Pusat Penelitian Pengelolaan Perikanan dan Konservasi Sumberdaya Ikan Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan. (Ridwan Laki)