SOROTMAKASSAR -- Luwu Timur.
Perumahan Batara Guru yang terletak di Desa Ussu, Kecamatan Malili, Kabupaten Luwu Timur dilanda banjir selama 2 hari, sejak 29 April hingga 30 April 2019.
Intensitas curah hujan selama dua hari itu mengakibatkan Perumahan Batara Guru yang dihuni 103 Kepala Keluarga (KK) dengan 358 jiwa.
Setelah banjir surut, warga perumahan Batara Guru mulai melakukan aktifitas pembersihan rumah masing–masing dari genangan air serta lumpur. Ini terlihat pada Rabu (01/05/2019) ketika media ini menyambangi Perumahan Batara Guru.
Perumahan Batara Guru yang terletak di Desa Ussu, Kecamatan Malili, Kabupaten Luwu Timur dilanda banjir selama 2 hari, sejak 29 April hingga 30 April 2019.
Intensitas curah hujan selama dua hari itu mengakibatkan Perumahan Batara Guru yang dihuni 103 Kepala Keluarga (KK) dengan 358 jiwa.
Setelah banjir surut, warga perumahan Batara Guru mulai melakukan aktifitas pembersihan rumah masing–masing dari genangan air serta lumpur. Ini terlihat pada Rabu (01/05/2019) ketika media ini menyambangi Perumahan Batara Guru.

Dari data yang dihimpun, bantuan datang dari beberapa organisasi masyarakat, seperti Sarligas Sorowako, Tagana Lutim, PNPB, Perkumpulan Jumat Berkah, dan IKVI ( Ikatan Kerukunan Keluarga PT Vale) sebagai upaya untuk ikut meringankan korban banjir dengan memberikan bantuan logistik serta bergotong-royong membantu membersihkan rumah warga.
Menurut salah seorang warga perumahan Batara Guru, Andi Narwis Bawawa, salah satu penyebab banjir karena kanal saluran air sudah banyak yang tertimbun tanah. Warga berharap ada atensi dari Pemkab Lutim dan memerintahkan secepatnya kepada OPD melaksanakan perbaikan normalisasi kanal sepanjang kurang lebih 3 kilometer.
Andi Narwis juga mengatakan, pasca banjir ini banyak warga belum dapat menghuni rumahnya, karena baru tahap pembersihan. Diperkirakan memakan waktu selama 2 sampai 3 hari kedepan, apalagi cuaca masih terlihat mendung, itu artinya tidak menutup kemungkinan hujan akan turun lagi. Apalagi kurangnya sinar matahari membuat beberapa perlengkapan rumah belum bisa kering terutama kasur.
Dengan muka lusuh Andi Narwis berharap agar tetap dibukanya dapur umum sampai benar–benar situasinya normal.
Banjir yang melanda perumahan Batara Guru ini ditaksir menimbulkan kerugian sekitar ratusan juta rupiah termasuk barang-barang yang rusak berupa televisi, kulkas, radio, laptop dan peralatan elektronik lainnya. (jab/rk)