Perkuat Aksesibilitas Kawasan Transmigrasi, Tim Ekspedisi UNHAS dan Kementerian Tinjau Infrastruktur Sidrap

SOROTMAKASSAR - SIDRAP.

Tim Ekspedisi Patriot UNHAS 2026 mendampingi jajaran Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal bersama pemerintah daerah setempat dalam peninjauan lapangan di kawasan transmigrasi Kabupaten Sidenreng Rappang.

Kunjungan kerja yang dilaksanakan pada Jumat (4/9/2026) ini dipimpin langsung oleh Direktur Pengembangan Kawasan Transmigrasi, Elis Sampe Andi, SE, MM. Kehadiran jajaran kementerian ini bertujuan mengevaluasi perkembangan pembangunan di tingkat tapak secara objektif.

Turut mendampingi rombongan, Kepala Dinas Koperasi, UKM, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi Kabupaten Sidrap, Adli Lukman, S.I.P, M.Si. Ia menekankan bahwa kerja sama lintas sektor menjadi kunci utama dalam mendorong kemajuan kawasan permukiman baru tersebut.

Di lokasi yang sama, Kepala Bidang Transmigrasi Kabupaten Sidrap, Astiar Patiroi, SE, M.Si, turut memimpin penelusuran wilayah. Peninjauan dipusatkan di Kawasan Transmigrasi Pitu Riase, khususnya Desa Lagading dan Desa Lombo.

Fokus utama peninjauan ini difokuskan pada pengecekan kondisi fisik serta progres pembangunan jalan utama. Akses jalan dinilai memiliki peran vital sebagai urat nadi perekonomian masyarakat di kawasan transmigrasi.

Selain jalur transportasi, tim gabungan juga mengevaluasi kondisi fasilitas pendidikan setempat. Sarana belajar yang layak dianggap sebagai aspek krusial dalam mencetak sumber daya manusia berkualitas di wilayah transmigrasi.

Kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dalam menjamin ketersediaan sarana dan prasarana dasar. Pembangunan infrastruktur yang andal diharapkan dapat memperlancar konektivitas serta mempermudah distribusi barang dan jasa.

Bagi Tim Ekspedisi Patriot UNHAS 2026, keterlibatan dalam peninjauan lapangan ini menjadi pengalaman yang bernilai tinggi. Para mahasiswa dan peneliti muda ini dapat memahami secara langsung dinamika dan tantangan pembangunan di kawasan terdepan.

Seluruh hasil pengamatan Tim Ekspedisi UNHAS akan diolah menjadi data empiris. Data tersebut berfokus pada pemetaan kebutuhan riil terkait ketersediaan sarana dan prasarana di kawasan Pitu Riase.

Hasil analisis lapangan ini bakal dijadikan landasan utama dalam menyusun dokumen perencanaan kebutuhan infrastruktur dasar secara menyeluruh, mencakup sektor kesehatan, pendidikan, hingga keterjangkauan transportasi.

Rekomendasi yang disusun Tim Ekspedisi Patriot dirancang sebagai panduan strategis bagi para pemangku kebijakan. Pendekatan berbasis data ini memastikan arah pembangunan kawasan berjalan lebih terpadu dan tepat sasaran.

Kolaborasi antara Kementerian, Pemkab Sidrap, dan perguruan tinggi ini diharapkan mampu menciptakan pembangunan Kawasan Transmigrasi Pitu Riase yang adaptif, yang pada akhirnya bermuara pada peningkatan kesejahteraan masyarakat transmigran. (Risal Bakri)