KNMP Tongke-Tongke Sinjai Pacu Ekonomi Pesisir

SOROTMAKASSAR -- SINJAI, Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Desa Tongke-Tongke, Kecamatan Sinjai Timur mulai menunjukkan hasil nyata. Baru lebih dari satu bulan beroperasi, kawasan yang menjadi program strategis Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) itu telah mengolah 60 ton fillet ikan tuna yang dikirim ke luar daerah melalui empat kontainer, membuka harapan baru bagi peningkatan kesejahteraan nelayan di Kabupaten Sinjai.

Capaian tersebut diungkapkan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Sinjai, H. Burhanuddin, saat menjadi narasumber dalam dialog interaktif Program OPD Bicara yang disiarkan Radio Suara Bersatu FM dan Sinjai TV, Selasa (21/7/2026).

Dalam dialog tersebut, H. Burhanuddin menjelaskan bahwa Kampung Nelayan Merah Putih merupakan program prioritas Kementerian Kelautan dan Perikanan yang dirancang untuk menata kawasan permukiman nelayan secara terpadu.

Program ini tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga memperkuat usaha perikanan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta mendorong pemberdayaan kawasan pesisir agar lebih modern, produktif, dan berdaya saing.

Untuk Kabupaten Sinjai, Desa Tongke-Tongke dipercaya sebagai lokasi pelaksanaan program. Pembangunannya didanai melalui APBN dengan dukungan pendampingan dari Pemerintah Kabupaten Sinjai.

Menurut H. Burhanuddin, sasaran program tidak hanya menyentuh nelayan, tetapi juga pembudidaya ikan, pengolah hasil perikanan, pelaku pemasaran, hingga masyarakat yang bermukim di kawasan pesisir. Keterlibatan seluruh elemen masyarakat dinilai penting agar manfaat program dapat dirasakan secara berkelanjutan.

Berbagai sarana penunjang telah tersedia di kawasan tersebut, di antaranya tempat pendaratan ikan, dermaga dan tambatan perahu, cold storage, pabrik es, kantor pengelola, balai nelayan, bengkel nelayan, ruang penyuluh, sentra kuliner, shelter cool box, tempat pengolahan hasil perikanan, serta fasilitas sanitasi dan air bersih.

"Dengan fasilitas tersebut diharapkan aktivitas perikanan menjadi lebih efisien, nilai tambah hasil tangkapan meningkat, dan pendapatan masyarakat pesisir ikut terdongkrak," ujar H. Burhanuddin.

Ia menambahkan, Dinas Perikanan berperan aktif sejak tahap pengusulan lokasi kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan, melengkapi data pendukung, berkoordinasi dengan pemerintah provinsi dan pusat, hingga mendampingi masyarakat selama pelaksanaan program.

Dampak keberadaan Kampung Nelayan Merah Putih kini mulai dirasakan. Selama lebih dari satu bulan beroperasi, kawasan tersebut telah memproduksi 60 ton fillet ikan tuna yang dikirim ke luar daerah dalam empat kontainer, masing-masing berkapasitas 15 ton.

Pengolahan tuna menjadi fillet memberikan nilai jual yang jauh lebih tinggi dibandingkan menjual ikan dalam kondisi utuh. Kondisi ini berdampak langsung pada meningkatnya pendapatan nelayan sekaligus memperkuat rantai nilai sektor perikanan di Sinjai.

"Harapan kami, Kampung Nelayan Merah Putih di Tongke-Tongke benar-benar menjadi pusat pertumbuhan ekonomi pesisir, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, sekaligus mewujudkan cita-cita nelayan naik kelas melalui pembangunan yang berkelanjutan," pungkasnya. (Iz)