SOROTMAKASSAR - MAKASSAR, Di sela-sela agendanya, Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Dr. H. Zainal Arifin Paliwang, SH, M.Hum, memilih menikmati segarnya pagi Kota Makassar dengan cara yang merakyat. Ia tampak santai berkunjung ke Warung Kopi (Warkop) Dg Anas yang berlokasi di Jalan RS Faisal pada Senin (1/6/2026).
Kedatangan orang nomor satu di Kaltara ini disambut hangat oleh sang pemilik warkop, Nasrullah Nawir. Suasana keakraban makin terasa karena Direktur Harian Rakyat Sulsel, Daswar M. Rewo, bersama sejumlah kerabat dekatnya juga hadir untuk menyambung tali silaturahmi sekaligus membuka ruang diskusi yang dinamis.
Ditemani kehangatan secangkir kopi dan beberapa sahabat karibnya—termasuk Dr. H. Azhary Sirajuddin, M.Si, Drs. Supriadi Rahman, MM, serta Dr. Ir. Yahya Sirajuddin, ST, MT—Gubernur Zainal Paliwang tampak asyik membedah dinamika politik nasional yang tengah menghangat belakangan ini.
Menariknya, salah satu topik yang memantik obrolan mereka adalah berita utama (Headline) Harian Rakyat Sulsel yang mengangkat tema “Kurban di Tengah Krisis”, disusul perbincangan hangat seputar wacana perpanjangan masa pensiun bagi para jenderal polisi.
Sebagai seorang purnawirawan perwira tinggi Polri yang pernah mengemban amanah sebagai Wakapolda Kaltara, isu-isu korps bhayangkara memang selalu menarik perhatian Zainal Paliwang. Terlebih lagi, figur berdarah Bugis Sinjai ini dikenal punya rekam jejak akademik yang mumpuni setelah sukses menggondol gelar doktor dari Universitas Hasanuddin (Unhas).
Di penghujung obrolan, Gubernur Kaltara ini melempar pujian khusus untuk Harian Rakyat Sulsel. Menurutnya, media ini punya daya tahan yang luar biasa karena tetap berdiri kokoh dan relevan di tengah badai disrupsi media digital yang menggilas banyak media konvensional.
Ia menambahkan, keputusan Harian Rakyat Sulsel untuk tetap mempertahankan edisi cetak sembari menancapkan taji di ranah digital—lewat portal berita, studio 'podcast', hingga ekspansi ke platform global seperti YouTube, X (Twitter), Threads, Instagram, dan TikTok—adalah langkah adaptif yang sangat cerdas untuk merangkul pembaca modern. (*)