SOROTMAKASSAR -- Gowa.
Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pompengan-Jeneberang akan segera memulai perbaikan bendungan karet di Sungai Jeneberang yang jebol akibat banjir dan luapan air.
Seperti diketahui sebelumnya, salah satu bantalan nomor tiga bendungan karet sungai Jeneberang jebol pada April 2018 lalu, yang berakibat penurunan pada suplai air baku.
Penurunan suplai air baku ini menyebabkan sebagian pelanggan PDAM mengalami kesulitan air.
Kepala BBWS Pompengan-Jeneberang, Suparji, Rabu (27/03/2019) mengatakan, proses pengerjaan tinggal menunggu waktu saja, karena sudah ada pemenang tender.
"Kemarin baru pengumuman pemenang tender, tinggal pelaksanaannya saja. Sekarang proses pengurusan jaminan uang muka, setelah itu tak lama lagi akan kita laksanakan," kata Suparji.
Menurut Suparji, pengerjaan proyek yang anggarannya sebesar Rp 9 miliar itu membutuhkan waktu, karena material bendungan karet masih ditunggu dari Tiongkok.
"Materialnya dipesan dari Tiongkok, kan butuh waktu lama juga. Tapi kalau sudah ada, akan langsung dikerjakan. Kita usahakan tahun ini selesai," ucapnya.
Bendungan karet yang sudah rusak selama setahun tersebut, menurut Suparji baru dapat dikerjakan karena adanya hambatan di penganggaran.
"Awal 2018 ada revisi dana, kan dana tidak semudah itu turun, setelah revisi keluar di akhir November, sisa sebulan, gak mungkin dikerjakan, pesan bahannya saja berapa lama. Akhirnya dana dikembalikan, ditangguhkan untuk ditender ulang tahun ini," ungkapnya.
"Resikonya tinggi kalau tak dikembalikan dengan waktu yang mepet. Boleh sebenarnya perpanjangan 90 hari, tapi itu didenda," tambahnya. (alfian)