SOROTMAKASSAR -- Gowa.
Kementerian Polhukam Republik Indonesia (RI) melalui Sekretaris Deputi VI Kesbang Kemenko Polhukam RI, Brigjen Pol Drs. Mamboyng bersama timnya mengadakan kegiatan sosialisasi tentang Wawasan Kebangsaan dan Bela Negara di Polres Gowa, pada Selasa (26/03/2019) siang sekitar pukul 13.00 Wita.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Endra Dharmalaksana ini, dihadiri langsung oleh Kapolres Gowa AKBP Shinto Silitonga, SIK, MSi dan diikuti oleh para pejabat utama, para kasat, kapolsek, perwira, dan sejumlah personil Polres Gowa lainnya.
Mengawali paparannya, Brigjen Pol Mamboyng mengungkapkan perihal arti Pancasila bagi Indonesia. “Pancasila merupakan gagasan utama untuk mewujudkan cita-cita bangsa dan tujuan nasional,” ujarnya.
Lebih lanjut, Sekretaris Deputi VI Kesbang Kemenko Polhukam RI ini menyampaikan kepada personil bahwa wawasan kebangsaan harus dimaknai sebagai cara pandang bangsa Indonesia tentang diri dan lingkungannya yang mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa serta kesatuan wilayah yang dilandasi Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, NKRI guna mewujudkan cita-cita dan tujuan berbangsa dan bernegara.
“Intinya, wawasan kebangsaan merupakan penguatan moral dan karakter kebangsaan kita, sedangkan bela negara merupakan bukti pengabdian bangsa kepada negara,” kata Brigjen Pol Drs. Mamboyng.
Sejumlah hal pun dipaparkan oleh jendral polisi bintang satu ini, diantaranya terkait ancaman negara dan tantangan yang dihadapi bangsa saat ini, diantaranya pemahaman dan penghayatan terhadap Empat Konsensus Dasar Bangsa masih rendah, rasa memiliki terhadap bangsa dan negara masih lemah, sebagian generasi muda cenderung terpengaruh gaya hidup hedonisme, individualistik dan materialisme, serta pembelaan terhadap negara belum optimal.
Bahkan, tayangan video tentang pesan kebangsaan Indonesia juga tak luput ditampilkan dalam sosialisasi tersebut serta Pidato Kenegaraan pada tanggal 16 Agustus 2017 yang disampaikan oleh Ir H Joko Widodo yang berisi tentang ancaman yang dihadapi negara.
“Dimanapun kita berada, apapun pendidikan kita, apapun profesi kita, apapun pekerjaan kita, semuanya punya hak, semuanya punya kewajiban, semuanya punya kesempatan yang sama untuk bela negara," ucapnya.
Yel yel kebangsaan pun menutup pelaksanaan sosialisasi tersebut, yang berisi, “Siapa Kita ? Indonesia. Apa Ideologi Kita ? Pancasila. Apa kewajiban kita ? Membela negara dan NKRI harga mati.” (*dion)