Dedi Palimbong : Kedepan Kita Berhadapan dengan Big Data, Sistem yang Lebih Luas

SOROTMAKASSAR-Toraja Utara.

Pemerintah Kabupaten Toraja Utara melalui Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Kominfo SP) mengelar kegiatan Optimalisasi Pengelolaan Data Sektoral Menuju Satu Data Indonesia.

Wabup Dedi Palimbong dalam sambutan pembukaannya menyampaikan terima kasih terselenggaranya kegiatan ini, sebab data dasar dari pengambilan keputusan dan merupakan gambaran dari kinerja serta informasi yang sangat penting.

“Setiap bekerja paling utama yaitu data, bagaimana kedepan kita memanfaatkan data karena pemanfaatan teknologi dan informasi adalah hal yang mutlak,” ujarnya.

Lanjut Dedi mengingatkan pula bahwa data dipakai adalah data struktural untuk satu data Indonesia, data yang dapat diakses dimanapun dan merupakan turunan dari Undang-undang adalah sistem informasi yang hanya diakses secara internal.“Awalnya susah karena ada data sektoral pada sistem informasi yang kita pakai secara internal, maka kedepan kita akan berhadapan dengan big data yaitu sistem yang lebih luas lagi, dimana kemandirian secara infrastruktur dan SDM harus siap menerima, sebab tanggungjawab kita kedepan,” pungkasnya.

Dedi berharap yang dilakukan pemerintah daerah terkait dengan semua lembaga dan sektor pemerintah yaitu untuk mencapai satu data Indonesia.

Dasar pelaksanaan kegiatan merujuk pada Perpres Nomor 39 tahun 2019 tentang Satu Data dan Surat Kemendagri Nomor 120/605 Bangda perihal Penyelenggaraan Urusan Pemerintahan Daerah Bidang Statistik.

Narasumber yakni Kepala Dinas Kominfo SP Toraja Utara Yakub Pongsendana,S.Pd dipandu moderator, Kepala Bidang Statistik Kominfo SP, Rusmiati M,S. Pt.

Sementara Kepala BPS Toraja Utara, Joni Matasik, SE sekaligus membawakan materi menyampaikan Satu Data Indonesia adalah kebijakan tata kelola data pemerintah untuk menghasilkan data yang akurat, mutakhir, terpadu serta dapat dipertanggungjawabkan.“Mudah diakses dan bagi pakai antar instansi pusat dan daerah, melalui pemenuhan standar data, metadata, interoperabilitas data dan menggunakan kode referensi serta data induk,” ucap Joni.

Menurut Joni, sulit mencari data pemerintah penyebabnya yaitu mekanisme koordinasi yang tidak optimal, banyak data dipegang individu dan komunikasi tidak optimal serta format data belum terbuka. “Kita berharap kedepan dapat bersinergi dan berkoordinasi demi satu data Indonesia khususnya di kabupaten Toraja Utara,” tutup Joni.

Kegiatan ini dibuka Wakil Bupati Toraja Utara, Frederik Victor Palimbong di Ruang Pola Kantor Bupati eks hotel Marante di Kecamatan Tondon, Selasa (30/11). Terselenggaranta atas kerjasama Pemkab Toraja Utara sebagai wali data bersama Badan Pusat Statistik (BPS) Toraja Utata sebagai pembina data. (man*)