Rede Roni : Asistensi ABL Epektif Untuk Mempermudah Pengurusan Kepala Lembang

SOROTMAKASSAR-Toraja Utara.

Untuk mencegah terjadinya kesalahan dalam pengelolaan data berkas ABL  keuangan lembang, tiga OPD yaitu DPML, DPKAD, BAPPEDA dan di pantau bagian Hukum melakukan Asistensi Anggaran Belanja Lembang tahun 2021 yang di lakukan secara terbuka dari meja ke meja selama sembilan hari, mulai dari tanggal 17-25 Maret 2021.

Pelaksanaan Asistensi berlangsung di kantor Bupati Marante dan di hari ke tujuh ini, Selasa 23 Maret 2021  Kecamatan Sopai, Sanggalangi dan Kesu mendapat giliran Asistensi dan hadiri Para Kepala Lembang didampingi masing- masing BPL serta Kaur dalam pemeriksaan berkas -berkas dokumen untuk Anggaran Dana Lembang (ADL) tahun  2021.

Menanggapi Asistensi ABL Tahun 2021,  Sekda Torut Rede Roni Bare mengatakan Asisntensi Anggaran Belanja Lembang (Desa) sebelumnya mereka datang satu persatu ke masing -masing Dinas terkait, diantaranya Tim dari Dinas DPML, DPKAD, BAPPEDA dan Bagian Hukum, dengan pemeriksaan yang terpisah.

"Kita inginkan supaya akselerasi percepatan itu bisa terjadi, supaya tidak menyulitkan kawan-kawan Kepala Lembang dalam proses pencairan sehingga kita buatkan semacam des, des hadir semua disitu ada Bappedanya, ada Keuangannya ada DPML dan Bagian hukum, jadi mereka berpindah pindah dari satu meja ke meja lainnya dan disitulah berkas-berkas atau dokumen-dokumen di periksa, kalau ada berkas yang kurang mereka disuruh lengkapi, Ungkap Sekda.

Lanjut Rede Roni, dengan cara ini sangat  jelas dan inti dari Asistensi pemeriksaan dari meja ke meja, ini adalah percepatan, terutama dana desa ini akan diberikan kepada masyarakat khususnya yang kurang mampu apalagi dimasa pandemi covid 19 ini, mereka akan menerima BLT.

Tambah Sekda, "Selain percepatan, nantinya mereka tidak ada yang  tersandung dengan masalah hukum, karena transparan, anggaran mereka  berapa dan lengkap dengan dokumen-dokumen, supaya Bapak dan Ibu Kepala Lembang itu nantinya tidak bermasalah dengan proses hukum, inti dari cara proses ini hanya dua, yaitu percepatan,  memudahkan dan transparansi antara satu meja dengan meja yang lain, dan cukup tampak bahwa kita terbuka dan  dilihat langsung di benahi jika ada kekurangan dalam pemeriksaan dokumen bisa langsung di lengkapi, Pungkas Sekda Torut, (man*).