SOROTMAKASSAR -- Luwu Utara.
Warga penyintas Petambua, Desa Radda, Kecamatan Baebunta Kabupaten Luwu Utara (Lutra), Sulawesi Selatan (Sulsel) 13 Juli 2020 lalu menjadi korban banjir bandang, sebagian besar mengungsi ke tempat lebih aman.
Beberapa bulan pasca bencana, sebagian warga yang rumahnya masih layak huni memilih kembali ke kampung halamannya. Mereka kemudian mendapat layanan kesehatan dari Puskesmas Baebunta.
Bertempat di rumah salah seorang warga, petugas kesehatan melaksanakan pelayanan Posbindu PTM sekaligus pelayanan Puskesmas Keliling, Sabtu 6 Maret 2021.
Kepala Puskesmas Baebunta, Hairul Muslimin, SKM, kepada awak media ini, mengatakan, pelaksanaan Pos Bina Terpadu Penyakit Tidak Menular (Posbindu PTM) merupakan salah satu program Puskesmas untuk mendeteksi secara dini kejadian penyakit tidak menular di masyarakat.
Warga penyintas bencana di Petambua ini diberikan pelayanan kesehatan berupa deteksi dini penyakit tidak menular dan diberikan pengobatan sesuai keluhan dan faktor risiko yang ditemukan.
Dalam pelayanan kesehatan di bekas lokasi banjir bandang ini, menurut Hairul, ditemukan beberapa warga menderita hipertensi, kolesterol dan asam urat tinggi dan diberikan pengobatan secara gratis.
Tak ketinggalan 8 warga lanjut usia ikut diperiksa kesehatannya. Mereka kelompok yang berisiko menderita penyakit PTM karena faktor perubahan fisik, dan gangguan metabolisme tubuh.
Di samping pelayanan kepada kelompok orang dewasa dan lansia, Tim Puskesmas Baebunta juga melakukan pelayanan imunisasi kepada balita.
"Sweeping balita sasaran imunisasi juga dilakukan di Petambua ini, biar cakupan imunisasi dasar lengkap meningkat dan balita itu mendapatkan kekebalan tubuh terhadap infeksi penyakit." ungkap Hairul.(min/yus)