Ingat Pesan Ibu : Pesan Kaum Ibu Kepada Bangsa


Oleh : Miguel Dharmadjie, ST, CPS®, CCDd® (Penyuluh Agama Buddha Non PNS Provinsi Sulsel, Penyuluh Informasi Publik, dan Member of IPSA)

INDONESIA memperingati Hari Ibu setiap tanggal 22 Desember. Penetapan tanggal 22 Desember sebagai Hari Ibu dilakukan Pemerintah melalui Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 316 tahun 1959 tertanggal 16 Desember 1959 pada ulang tahun ke-25 Kongres Perempuan Indonesia 1928. Keppres yang ditandatangani Presiden Soekarno menetapkan Hari Ibu sebagai hari nasional yang bukan hari libur.

Hari Ibu diperingati pada ulang tahun hari pembukaan Kongres Perempuan Indonesia yang pertama pada tanggal 22-25 Desember 1928. Kongres yang diselenggarakan di gedung Dalem Jayadipuran dan dihadiri sekitar 30 organisasi wanita dari 12 kota di Jawa dan Sumatera ini diadakan untuk meningkatkan hak-hak perempuan di bidang pendidikan dan pernikahan.

Kongres yang didasari dari semangat Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928 tersebut menjadi tonggak sejarah kemerdekaan kaum ibu dan perempuan Indonesia serta simbol dari perhimpunan pergerakan perjuangan kaum perempuan merebut kemerdekaan bangsa.

Tanggal 22 Desember dipilih sebagai Hari Ibu untuk merayakan semangat wanita Indonesia dan untuk meningkatkan kesadaran berbangsa dan bernegara. Awalnya Hari Ibu diperingati untuk mengenang jasa dan semangat perempuan dalam memperjuangkan kemerdekaan. Namun kini peringatan Hari Ibu dilakukan untuk menghargai jasa-jasa kaum ibu dalam berbagai hal serta untuk menyatakan cinta kasih kepada para ibu.

Tahun ini peringatan Hari Ibu memasuki usia 92 tahun. Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) telah menetapkan Tema Peringatan Hari Ibu Tahun 2020, yakni : Perempuan Berdaya Indonesia Maju.

Untuk mendukung tema utama, Kemen PPPA telah menetapkan empat subtema, yaitu : Perjuangan Perempuan Masa Kemerdekaan (Perempuan Pejuang - Perjuanganku Bagian Sejarah Perjuangan Bangsaku), Perjuangan Perempuan Masa Kini (Perempuan - Inspirasiku untuk Kemajuan Bangsaku), Perjuangan Perempuan di Era New Normal / Era Tatanan Baru (Perempuan - Penyemangat dan Garda Terdepan di Era New Normal) dan Kemitraan Perempuan dan Laki-laki untuk 5 Prioritas Kemen PPPA (Perempuan dan Laki-laki - Bersama dan Berbagi untuk Negeri).

Di tengah pandemi global wabah Corona Virus Disease (Covid-19) yang telah menyebar ke Indonesia sebagai salah satu negara yang terpapar, dibutuhkan kerjasama dan dukungan secara kolektif dari seluruh warga untuk mendukung berbagai kebijakan Pemerintah yang telah sembilan bulan lebih berjuang untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Kebijakan berupa imbauan pentingnya mematuhi protokol kesehatan dilakukan secara masif dan terus menerus oleh Pemerintah dalam hal ini Satuan Tugas Penanganan Covid-19 (Satgas Covid-19) kepada masyarakat. Salah satunya dengan kampanye Ingat Pesan Ibu.

Kampanye Ingat Pesan Ibu yang berisi pesan dan ajakan agar warga disiplin melaksanakan protokol kesehatan, yaitu : 3 M (mengenakan masker, mencuci tangan dengan sabun dan menjaga jarak) dilakukan dengan sosialisasi #IngatPesanIbu dan merilis lagu pendek berjudul "Ingat Pesan Ibu" yang dinyayikan grup band Padi Reborn.

Dengan bahasa yang sederhana diharapkan pesan yang disampaikan dapat dengan mudah ditangkap dan dicerna oleh masyarakat sehingga pada akhirnya warga akan terbiasa untuk patuh dan menjadi lebih ketat dan disiplin menerapkan protokol kesehatan.

Ibu adalah sosok yang sangat dihormati. Kita semua dilahirkan dari seorang ibu. Ibu menjadi sosok yang sangat penting di dalam keluarga. Karenanya subtema Perjuangan Perempuan di Era New Normal / Era Tatanan Baru (Perempuan - Penyemangat dan Garda Terdepan di Era New Normal) yang telah ditetapkan Kemen PPPA sangat selaras dengan kampanye Ingat Pesan Ibu.

Dimana tujuannya adalah  untuk mengangkat perjuangan perempuan sebagai inspirator dalam keluarga dan masyarakat pada Era Tatanan Baru. Ini berarti peran penting seorang ibu dalam keluarga, baik bagi suami ataupun anak-anak di masa pandemi ini sangat dibutuhkan untuk membantu Pemerintah mencegah penularan Covid-19.

Kinilah saatnya perempuan Indonesia dan kaum ibu turut berjuang mengisi kemerdekaan dengan selalu mengingatkan pentingnya protokol kesehatan kepada keluarga dan masyarakat.

Ibu dan anak memiliki ikatan emosional yang sangat kuat. Seorang ibu senantiasa mendoakan dan mengajarkan anak-anaknya agar kelak menjadi anak yang sehat, menjadi anak yang bajik, menjadi anak yang bijak dan menjadi anak yang bahagia.

Seorang ibu memberikan banyak nasihat dan petuah kepada anaknya sedari kecil sebagai bekal menyongsong masa depan. Nasihat dan petuah itu menjadi bukti kecintaan ibu kepada anaknya. Mencegah anaknya berbuat jahat yang dapat merugikan diri sendiri dan juga merugikan orang lain. Menganjurkan anaknya berbuat baik bukan hanya kepada diri sendiri tetapi juga berbuat baik kepada orang lain.

Ingat Pesan Ibu adalah wujud rasa bakti nan tulus seorang anak yang menghormati dan menghargai ibunya sebagai orang yang sangat berjasa besar dalam hidupnya.

Dalam hal ini masyarakat diharapkan untuk mengingat pesan ibu serta patuh dan disiplin melaksanakan protokol kesehatan sebagaimana seorang anak patuh pada pesan ibunya.

Ingat Pesan Ibu berupa pentingnya protokol kesehatan di masa pandemi menjadi kunci dan cara terbaik demi kesehatan dan keselamatan bersama. Karena ini berarti kita telah melakukan yang terbaik untuk diri sendiri dan juga orang lain, tidak melakukan yang merugikan diri sendiri dan orang lain, dan melakukan hal yang bermanfaat untuk diri sendiri dan juga orang lain.

Dengan terus menerus mengingatkan pentingnya pelaksanaan protokol kesehatan secara ketat, disiplin dan kolektif oleh seluruh warga negara berarti telah melindungi diri sendiri dan juga melindungi orang lain. Ini menjadi perjuangan dan sumbangsih perempuan Indonesia sebagai inspirator dalam keluarga dan masyarakat pada Era Tatanan Baru dan juga sebagai bentuk praktik cinta kasih universal perempuan Indonesia dan kaum ibu kepada bangsanya.

Selamat Peringatan Hari Ibu ke-92. Terima kasih atas jasa perjuangan dan kebajikan perempuan Indonesia dan kaum ibu dimanapun berada. Semoga senantiasa terberkahi kesehatan, semua cita-cita luhur tercapai dan berbahagia selalu. (***)